{"id":22108,"date":"2022-08-16T17:38:32","date_gmt":"2022-08-16T10:38:32","guid":{"rendered":"\/tutorial\/?p=22108"},"modified":"2023-03-01T17:14:06","modified_gmt":"2023-03-01T10:14:06","slug":"skema-database","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/skema-database\/","title":{"rendered":"Apa itu skema database? Pengertian dan contohnya lengkap"},"content":{"rendered":"<p><div class=\"protip\"><div class=\"protip__heading\">\n                <svg width=\"24\" height=\"24\" viewBox=\"0 0 24 24\" fill=\"none\" xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\">\n                    <path d=\"M1.49234 23.5024C1.23229 23.5024 0.972242 23.4024 0.782206 23.2123C0.562165 22.9923 0.452144 22.6822 0.502153 22.3722C0.562165 21.9221 1.14227 17.9113 3.00262 16.351C3.63274 15.8209 4.43289 15.5509 5.26305 15.5609C6.09321 15.5909 6.87335 15.9109 7.47347 16.4911C8.6937 17.6913 8.76371 19.6717 7.6435 20.9919C6.0832 22.8523 2.08245 23.4324 1.63237 23.4924C1.59236 23.4924 1.54235 23.4924 1.50234 23.4924L1.49234 23.5024ZM5.16303 17.5613C4.84297 17.5613 4.53291 17.6713 4.29287 17.8813C3.60274 18.4614 3.07264 19.9317 2.75258 21.242C4.06282 20.9219 5.5331 20.3918 6.11321 19.7017C6.55329 19.1716 6.54329 18.3814 6.0832 17.9213C5.85316 17.7013 5.5431 17.5713 5.20304 17.5613C5.19304 17.5613 5.17303 17.5613 5.16303 17.5613ZM11.7243 21.8821C11.4942 21.8821 11.2642 21.8021 11.0841 21.652C10.8541 21.462 10.7241 21.1819 10.7241 20.8819V15.9109L8.08358 13.2705H3.11264C2.81259 13.2705 2.53254 13.1404 2.3425 12.9104C2.15246 12.6803 2.07245 12.3803 2.12246 12.0902C2.19247 11.7102 2.84259 8.36953 4.70294 7.12929C6.33325 6.04909 8.96375 6.49918 10.244 6.80923C11.5442 4.96889 13.2546 3.4286 15.2349 2.33839C17.4553 1.11816 19.9858 0.518051 22.4963 0.498047C23.0464 0.498047 23.4865 0.948132 23.4865 1.49824C23.4865 5.0389 22.3763 9.97983 17.1753 13.7605C17.4853 15.0408 17.9354 17.6613 16.8552 19.2816C15.615 21.1419 12.2744 21.7921 11.8943 21.8621C11.8343 21.8721 11.7743 21.8821 11.7143 21.8821H11.7243ZM12.7245 16.181V19.6016C13.7146 19.2916 14.7948 18.7915 15.2049 18.1814C15.675 17.4812 15.605 16.091 15.385 14.9008C14.5248 15.3808 13.6346 15.8109 12.7245 16.181ZM9.66388 12.0302L11.9643 14.3307C13.1845 13.8306 14.3648 13.2204 15.485 12.5103C19.9358 9.51974 21.2361 5.60901 21.4561 2.53843C19.6157 2.67846 17.8254 3.20856 16.2051 4.09872C14.2847 5.14892 12.6544 6.68921 11.4942 8.54956C10.7841 9.65977 10.174 10.82 9.66388 12.0302ZM4.39289 11.2701H7.81353C8.1936 10.3599 8.63368 9.46974 9.11377 8.60957C7.92355 8.38953 6.51329 8.31952 5.81315 8.78961C5.19304 9.19968 4.70294 10.3099 4.39289 11.2701Z\" fill=\"#673DE6\"\/>\n                <\/svg>\n                <p class=\"protip__title\">\n                   Apa Itu Skema?\n                <\/p>\n            <\/div>\n            <p class=\"protip__content\">Skema atau Database Schema adalah framework atau blueprint yang digunakan oleh para programmer untuk membangun dan menulis kode database. Skema bisa membantu user database memahami informasi yang disimpan.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Skema database merupakan bagian yang sangat penting dalam pengembangan aplikasi atau software, terutama yang berkaitan dengan data dan basis data. Singkatnya, <strong>skema database<\/strong> adalah istilah untuk menyebut <strong>struktur atau tata letak yang menjabarkan suatu rangkaian data<\/strong>.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, skema basis data mendeskripsikan bagaimana data akan diatur dan dihubungkan. Jadi, skema bisa mencakup <strong>objek skema<\/strong> seperti tabel, tampilan, kolom, relasi, package, indeks, jenis, dan banyak elemen lainnya.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Di artikel ini, selain menjelaskan apa itu skema database, kami juga akan membahas jenis-jenisnya, persyaratan integrasinya, beserta beberapa contohnya. Yuk, simak!<\/p><p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/ID-Web-Development-Glossary-for-Beginners.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Download Istilah-Istilah Web Development untuk Pemula<\/a><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-pengertian-database-schema\">Pengertian Database Schema<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Desainer database membuat schema untuk membangun elemen, atribut, dan koneksi penting dari kelompok data tertentu.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Database schema dijabarkan dalam bentuk diagram yang menjelaskan kepada administrator tentang bagaimana data akan disimpan dalam database relasional atau non-relasional. Selain itu, ukuran dan kompleksitas diagram akan bergantung pada proyeknya.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Schema ini penting untuk mendesain <a href=\"\/id\/tutorial\/dbms-adalah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">DBMS<\/a> (sistem manajemen database) dan RDBMS (sistem manajemen database relasional) seperti <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-mysql\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">MySQL<\/a>, <a href=\"https:\/\/www.postgresql.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">PostgreSQL<\/a>, dan <a href=\"https:\/\/www.oracle.com\/database\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Oracle<\/a>.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-skema-database-fisik-dan-logis\">Skema Database Fisik dan Logis<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Unuk desain database sendiri, ada dua jenis skema, yaitu <strong>fisik<\/strong> dan <strong>logis<\/strong>.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan skema database fisik dan logis adalah, skema fisik mewakili koneksi aktual ke sumber atau target data, sedangkan skema logis mewakili nama logis yang terkait dengan sumber atau target tersebut.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk lebih jelasnya, kami akan mendeskripsikan jenis-jenis ini secara lebih mendetail.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\">Skema Database Fisik<\/h3><p class=\"wp-block-paragraph\">Skema database fisik menunjukkan bagaimana data diatur secara fisik dalam sistem penyimpanan, biasanya dalam bentuk file dan indeks. Jenis ini mengubah skema logis menjadi struktur data fisik yang bisa digunakan pada DBMS tertentu.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam desain skema database fisik, struktur tabel akan ditampilkan seluruhnya, termasuk nama kolom, jenis data, dan batasan, serta kunci utama, kunci tamu, dan relasi yang ada di antaranya.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Model database fisik juga memiliki karakteristik seperti berikut:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menjelaskan persyaratan data suatu proyek.<\/li>\n\n\n\n<li>Semua tabel dan kolom ditentukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kunci tamu digunakan untuk menentukan koneksi antartabel.<\/li>\n\n\n\n<li>Karena keterbatasan fisik, schema ini mungkin berbeda dengan model logis.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Pada tahap ini, Anda akan memetakan:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Entitas ke tabel.<\/li>\n\n\n\n<li>Atribut ke kolom.<\/li>\n\n\n\n<li>Kunci utama ke indeks unik.<\/li>\n\n\n\n<li>Kunci tamu ke indeks non-unik.<\/li>\n<\/ul><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"274\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/skema-database.png\/public\" alt=\"Skema database\" class=\"wp-image-22114\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/skema-database.png\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/skema-database.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/skema-database.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n<\/div><h3 class=\"wp-block-heading\">Skema Database Logis<\/h3><p class=\"wp-block-paragraph\">Skema database logis menjelaskan batasan atau aturan logis yang akan diterapkan pada data. Perhatian utamanya adalah memahami entitas data, termasuk relasi dan atributnya.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Pembuatan skema ini seharusnya tidak terbatas pada DBMS tertentu. Desain database logis akan tetap sama, terlepas dari platform yang Anda gunakan.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu cara untuk menampilkan desain logis adalah dengan membuat representasi visual, yang disebut diagram entitas-relasi atau diagram ER (<strong>entity-relationship diagram<\/strong>). Beberapa software yang bisa Anda gunakan untuk membuatnya adalah <a href=\"https:\/\/www.microsoft.com\/id-id\/microsoft-365\/visio\/flowchart-software\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Microsoft Visio<\/a> dan <a href=\"https:\/\/www.lucidchart.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">LucidChart<\/a>.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Diagram ER secara umum menampilkan:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Semua entitas penting<\/li>\n\n\n\n<li>Atribut setiap entitas<\/li>\n\n\n\n<li>Kunci utama (primary key) yang secara khusus menjadi identitas instance tertentu suatu entitas<\/li>\n\n\n\n<li>Plus, kunci tamu (foreign key) yang mendeskripsikan relasi antarentitas<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai contoh, <strong>entitas<\/strong> <strong>&ldquo;Book&rdquo;<\/strong> memiliki <strong>atribut<\/strong>: title (judul), subject (topik), publisher (penerbit), dan year (tahun). Di sini, <strong>&ldquo;ISBN&rdquo;<\/strong> merupakan <strong>Kunci utama<\/strong> (<strong>P<\/strong>rimary <strong>K<\/strong>ey). Selanjutnya, <strong>&ldquo;Book&rdquo;<\/strong> memiliki relasi dengan<strong> entitas &ldquo;Author&rdquo;<\/strong>, yang diwakili dengan <strong>kunci tamu &ldquo;ID Author&rdquo;<\/strong>.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"274\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/diagram-er.png\/public\" alt=\"Diagram ER\" class=\"wp-image-22113\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/diagram-er.png\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/diagram-er.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/diagram-er.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure>\n<\/div><p class=\"wp-block-paragraph\">Perlu diketahui bahwa skema logis untuk proyek yang berbeda bisa dibuat dengan beberapa cara. Sintaksisnya juga akan berbeda untuk mendeskripsikan batasan logis dan arsitektur data.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-persyaratan-integrasi-skema-database\">Persyaratan Integrasi Skema Database<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Sebuah database bisa memiliki lebih dari satu skema. Jadi, agar database bisa berfungsi tanpa masalah, persyaratan berikut ini harus terpenuhi:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Overlap preservation<\/strong> &ndash;&nbsp;pastikan elemen-elemen yang overlapping (tumpang tindih) di dalam skema berada di tabel skema basis data.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Extended overlap preservation<\/strong>&nbsp;&ndash; salin entitas yang terkoneksi dengan elemen yang tumpang tindih (tapi hanya muncul di satu skema) ke skema database yang dihasilkan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Normalization<\/strong> &ndash; hindari mengelompokkan elemen dan relasi independen dalam satu tabel.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Minimality<\/strong> &ndash; cek agar tidak ada entitas pada database schema apa pun yang hilang.<\/li>\n<\/ul><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,h=1024,fit=scale-down\" alt=\"\" class=\"wp-image-29634\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-skema-database\">Contoh Skema Database<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Setelah Anda memahami apa itu skema basis data beserta persyaratannya, selanjutnya kami akan membahas beberapa contoh skema dari database SQL dan PostgreSQL.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\">1. SQL<\/h3><p class=\"wp-block-paragraph\">Skema di SQL server adalah kumpulan objek database tak terbatas yang terkait ke sistem database. Ini mencakup tabel, fungsi, tampilan, dan indeks. Skema ini termasuk dalam jenis logis, dengan sejumlah manfaat seperti:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Satu skema bisa digunakan di beberapa database.<\/li>\n\n\n\n<li>Izin keamanan bisa melindungi objek database seperti tabel dan indeks.<\/li>\n\n\n\n<li>Kepemilikan skema bisa dipindahkan\/ditransfer.<\/li>\n\n\n\n<li>Objek yang dibuat di database bisa dipindahkan antarskema.<\/li>\n\n\n\n<li>Membantu proses manipulasi dan akses ke objek database.<\/li>\n<\/ul><p class=\"wp-block-paragraph\">Sintaksis umum untuk membuat skema di SQL adalah:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">CREATE SCHEMA [schema_title] [AUTHORIZATION owner]\n[DEFAULT CHARACTER SET set_name]\n[PATH schema_title[, ...]]\n[ ANSI CREATE statements [...] ]\n[ ANSI GRANT statements [...] ];<\/pre><p class=\"wp-block-paragraph\">Parameter yang digunakan adalah:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>schema_title<\/strong>&nbsp;&ndash; nama skema yang dibuat.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>AUTHORIZATION owner<\/strong>&nbsp;&ndash; nama user yang memiliki skema.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>DEFAULT CHARACTER SET set_name<\/strong>&nbsp;&ndash; menentukan karakter default yang ditetapkan untuk objek skema.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>PATH schema_title[, &hellip;]<\/strong>&nbsp;&ndash; nama dan jalur (path) file opsional.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>ANSI CREATE statements [&hellip;]<\/strong>&nbsp;&ndash; terdiri dari satu atau lebih pernyataan CREATE.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>ANSI GRANT statements [&hellip;]&nbsp;<\/strong>&ndash; terdiri dari satu atau lebih statement GRANT.<\/li>\n<\/ul><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-postgresql\">2. PostgreSQL<\/h3><p class=\"wp-block-paragraph\">Skema di PostgreSQL adalah namespace yang memuat objek database yang dinamai. Ini meliputi tabel, jenis data, indeks, fungsi, tampilan, dan operator. Semua obyek dipastikan memiliki nama unik.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Satu database bisa memiliki lebih dari satu skema, tapi tiap-tiapnya merupakan bagian dari satu database saja. Objek yang berbeda dalam dua skema juga boleh memiliki nama yang sama.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Sintaksis untuk membuat database schema di PostgreSQL 9.3.13 adalah:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"generic\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">CREATE SCHEMA schema_title [ AUTHORIZATION user] [ schema_element [ ... ] ]\nCREATE SCHEMA AUTHORIZATION user [ schema_element [ ... ] ]\nCREATE SCHEMA IF NOT EXISTS schema_title [ AUTHORIZATION user ]\nCREATE SCHEMA IF NOT EXISTS AUTHORIZATION user<\/pre><p class=\"wp-block-paragraph\">PostgreSQL juga secara otomatis membuat schema publik untuk setiap database baru. Di sinilah tempat Anda menemukan objek tanpa nama skema.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p class=\"wp-block-paragraph\">Skema database adalah sketsa atau diagram yang merujuk pada penataan atau organisasi data yang disimpan dalam basis data. Ada dua jenis skema, yaitu <strong>logis<\/strong> dan <strong>fisik<\/strong>. Jenis pertama mewakili bagaimana data ditata, sementara yang kedua menentukan struktur penyimpanan fisiknya.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Skema basis data sangatlah penting dalam proses pembuatan dan sistem manajemen database, karena membantu user memahami dan membaca informasi yang disimpan di database.<\/p><p class=\"wp-block-paragraph\">Semoga artikel ini membantu Anda memahami peran skema basis data dan cara menggunakannya, ya. Kalau masih memiliki pertanyaan terkait topik ini, jangan ragu untuk menyampaikan komentar Anda di bawah ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Skema database merupakan bagian yang sangat penting dalam pengembangan aplikasi atau software, terutama yang berkaitan dengan data dan basis data. Singkatnya, skema database adalah istilah untuk menyebut struktur atau tata letak yang menjabarkan suatu rangkaian data. Dengan kata lain, skema basis data mendeskripsikan bagaimana data akan diatur dan dihubungkan. Jadi, skema bisa mencakup objek skema [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/skema-database\/\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":370,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"","rank_math_description":"Skema database atau database schema adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari software development. Yuk, cari tahu selengkapnya di sini!","rank_math_focus_keyword":"skema database","footnotes":""},"categories":[7890],"tags":[],"class_list":["post-22108","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-glosarium"],"hreflangs":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22108","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/370"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=22108"}],"version-history":[{"count":18,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22108\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29739,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/22108\/revisions\/29739"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=22108"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=22108"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=22108"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}