{"id":21965,"date":"2022-08-15T17:25:08","date_gmt":"2022-08-15T10:25:08","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=21965"},"modified":"2025-12-18T23:31:28","modified_gmt":"2025-12-18T16:31:28","slug":"error-401-unauthorized","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/error-401-unauthorized","title":{"rendered":"Error 401 unauthorized: penjelasannya dan cara mengatasinya"},"content":{"rendered":"<p>Anda mungkin pernah menjumpai error yang menunjukkan kode status HTTP tertentu saat mencoba membuka website. Salah satu kode yang paling umum adalah Error 401 atau 401 Unauthorized.<\/p><p>Error ini menandakan bahwa permintaan yang dikirim ke website atau aplikasi web tidak bisa diautentikasi. Untungnya, masalah ini biasanya bisa Anda atasi sendiri dengan cepat. Di tutorial ini, kami akan membahas arti, penyebab, dan cara mengatasi error 401 Unauthorized.<\/p><p>Selamat mencoba dan semoga berhasil!<\/p><figure tabindex=\"0\" class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Kode error<\/strong><\/td><td>HTTP 401 Unauthorized Error<\/td><\/tr><tr><td><strong>Jenis <strong>error<\/strong><\/strong><\/td><td>Biasanya error di sisi klien, tapi bisa juga disebabkan oleh konfigurasi server<\/td><\/tr><tr><td><strong>Variasi <strong>error<\/strong><\/strong><\/td><td>HTTP Error 401 Unauthorized<br>401 Unauthorized Error<br>Error 401 Unauthorized<br>Access Denied<br>401 Authorization Required<\/td><\/tr><tr><td><strong>Penyebab <strong>error<\/strong><\/strong><\/td><td>Nama pengguna\/kata sandi salah<br>Sesi akses berakhir dan perlu login lagi<br>Pengaturan autentikasi salah<br>Adanya batasan Access Control List (ACL)<br>Cache dan cookie yang tidak update<br>Pemblokiran alamat IP karena pengaturan keamanan<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Speed-Up-Your-Website-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27589\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><p>\n\n\n\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-arti-kode-401-unauthorized\">Apa Arti Kode 401 Unauthorized?<\/h2><p>401 Unauthorized adalah kode kesalahan yang menandakan bahwa permintaan yang dikirim ke server website tidak memiliki kredensial autentikasi yang valid. Artinya, server menerima dan memahami permintaan tersebut, tapi menolak untuk memberikan izin.<\/p><p>Beberapa penyebab error 401 Unauthorized di antaranya adalah:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Salah memasukkan kredensial<\/strong>. Penyebab ini merupakan yang paling sering terjadi, yaitu salah memasukkan nama pengguna atau kata sandi saat mencoba mengakses halaman web atau resource yang memerlukan informasi login yang valid.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>URL salah<\/strong>. Pengguna mungkin mengakses URL yang salah ketik.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Batas waktu sesi habis<\/strong>. Sesi akses Anda mungkin telah berakhir, terutama kalau sudah login selama beberapa saat. Anda bisa login kembali untuk mengatasi error ini.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Konfigurasi izin yang tidak tepat<\/strong>. Pengaturan di server mungkin tidak dikonfigurasikan dengan benar sehingga menolak akses yang sebenarnya valid.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Kesalahan metode autentikasi<\/strong>. Error ini juga bisa muncul kalau server atau resource yang diakses memerlukan metode atau protokol autentikasi yang berbeda dari yang digunakan.<\/li>\n<\/ul><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-variasi-error-401\">Variasi Error 401<\/h2><p>Saat error 401 terjadi, browser akan menampilkan kode atau pesan kesalahan sehingga Anda tidak bisa membuka website yang dimaksud. Pesan-pesan ini biasanya akan menjelaskan jenis error 401 tertentu yang Anda alami.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1919\" height=\"433\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/error-401.png\/public\" alt=\"error 401\" class=\"wp-image-21970\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/error-401.png\/w=1919,fit=scale-down 1919w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/error-401.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/error-401.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/error-401.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/error-401.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1919px) 100vw, 1919px\" \/><\/figure><\/div><p>Biasanya, pesan kesalahan yang muncul akan berbunyi seperti berikut:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>HTTP Error 401<\/li>\n\n\n\n<li>401 Authorization Required<\/li>\n\n\n\n<li>401 Unauthorized Error<\/li>\n\n\n\n<li>Access Denied<\/li>\n\n\n\n<li>Unauthorized<\/li>\n<\/ul><p>Setiap variasi kode kesalahan 401 akan menunjukkan penyebab gagalnya proses autentikasi, yang bisa membantu Anda mengidentifikasi dan mengatasi masalah ini.<\/p><p>Berikut daftar berbagai variasi error 401 dan deskripsinya:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>401.1<\/strong>. Upaya login gagal, biasanya karena ada kesalahan pada kredensial autentikasi yang diberikan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>401.2<\/strong>. Upaya login terhalang oleh masalah konfigurasi server sehingga autentikasi tidak berhasil dilakukan.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>401.3<\/strong>. Akses ditolak karena konfigurasi daftar kontrol akses (ACL) yang ditetapkan, yang membatasi akses resource berdasarkan izin pengguna.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>401.501<\/strong>. Terlalu banyak permintaan yang dibuat oleh klien, atau klien telah mencapai batas permintaan maksimum.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>401.502<\/strong>. Error ini terjadi ketika klien tertentu (dengan alamat IP yang sama) mengirimkan beberapa permintaan ke satu server sehingga mencapai batas permintaan serentak IP dinamis.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>401.503<\/strong>. <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-ip-address\">Alamat IP<\/a> klien termasuk dalam daftar yang ditolak oleh server.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>401.504<\/strong>. Hostname klien termasuk dalam daftar yang ditolak oleh server.<\/li>\n<\/ul><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-mengatasi-error-401-unauthorized\">Cara Mengatasi Error 401 Unauthorized<\/h2><p>Di bagian ini, kami akan membahas berbagai cara mengatasi error 401 Unauthorized.<\/p><p>\n\n\n<div><p class=\"important\"><strong>Penting!<\/strong> Sebelum mencoba langkah-langkah di bawah ini, cek dulu apakah website tidak bisa diakses oleh semua orang atau hanya oleh Anda. Dengan begitu, Anda pun bisa menentukan apakah masalah terjadi di sisi Anda atau server.<\/p><\/div>\n\n\n\n<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-1-cek-apakah-url-sudah-benar\">1. Cek Apakah URL Sudah Benar<\/h3><p>Cara ini mungkin terlihat sangat mendasar, tapi kode error 401 bisa muncul kalau pengunjung memasukkan URL yang salah di kolom alamat browser. Jadi, cek dulu URL yang Anda ketik. Pastikan apakah ada karakter atau angka khusus yang mungkin terlewat.<\/p><p>Kalau Anda membuka hyperlink dari website atau aplikasi web lain, cek ulang apakah ada salah ketik atau typo pada hyperlink tersebut. Sebab, terkadang hyperlink bisa saja salah ketik atau belum update, sehingga bisa mengakibatkan kesalahan 401.<\/p><p>Untuk mengakses URL yang benar, coba akses resource yang dibatasi tersebut dengan membuka homepage websitenya lalu mencari halaman yang bermasalah. Selain itu, Anda bisa mengakses halaman tersebut dengan mencarinya di Google.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-2-bersihkan-cache-dan-cookie-browser\">2. Bersihkan Cache dan Cookie Browser<\/h3><p><a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-cache\">Cache<\/a> dan cookie browser yang tidak update bisa menyebabkan error 401 karena menyimpan kredensial lama yang sebenarnya sudah diganti.<\/p><p>Untuk membersihkan cache dan cookie&nbsp;browser, cukup buka pengaturan web browser Anda lalu cari opsi untuk menghapusnya. Kalau menggunakan Google Chrome, ikuti langkah-langkah berikut:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Klik ikon menu tiga titik di pojok kanan atas.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e31183d7f35\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/menu-tiga-titik-di-chrome.png\" alt=\"menu tiga titik di chrome\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li>Pilih <strong>Clear browsing data<\/strong> (Hapus data penjelajahan).<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e31183d821f\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/memilih-clear-browsing-data-di-chrome.png\" alt=\"memilih clear browsing data di chrome\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\">\n<li>Di&nbsp;menu drop-down <strong>Time range<\/strong> (Rentang waktu), pilih&nbsp;<strong>All time<\/strong> (Semua).<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e31183d8434\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/hapus-cache-cookie.png\" alt=\"memilih rentang waktu untuk menghapus cache dan cookie\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\">\n<li>Centang <strong>Cookies and other site data<\/strong> (Cookie dan data situs lainnya) serta <strong>Cached images and files<\/strong> (Gambar dan file dalam cache).<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e31183d871f\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large is-resized wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/memilih-data-dalam-cache-yang-akan-dihapus.png\" alt=\"memilih data dalam cache yang akan dihapus\" style=\"width:574px;height:auto\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"5\">\n<li>Pilih <strong>Clear data<\/strong> (Hapus data).<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure data-wp-context='{\"imageId\":\"69e31183d89a3\"}' data-wp-interactive=\"core\/image\" class=\"aligncenter size-large is-resized wp-lightbox-container\"><img decoding=\"async\" data-wp-class--hide=\"state.isContentHidden\" data-wp-class--show=\"state.isContentVisible\" data-wp-init=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-on-async--load=\"callbacks.setButtonStyles\" data-wp-on-async-window--resize=\"callbacks.setButtonStyles\" src=\"\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/memilih-untuk-menghapus-data-penjelajahan-di-chrome.png\" alt=\"memilih untuk menghapus data penjelajahan di chrome\" style=\"width:547px;height:auto\"><button class=\"lightbox-trigger\" type=\"button\" aria-haspopup=\"dialog\" aria-label=\"Enlarge\" data-wp-init=\"callbacks.initTriggerButton\" data-wp-on-async--click=\"actions.showLightbox\" data-wp-style--right=\"state.imageButtonRight\" data-wp-style--top=\"state.imageButtonTop\">\n\t\t\t<svg xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/2000\/svg\" width=\"12\" height=\"12\" fill=\"none\" viewbox=\"0 0 12 12\">\n\t\t\t\t<path fill=\"#fff\" d=\"M2 0a2 2 0 0 0-2 2v2h1.5V2a.5.5 0 0 1 .5-.5h2V0H2Zm2 10.5H2a.5.5 0 0 1-.5-.5V8H0v2a2 2 0 0 0 2 2h2v-1.5ZM8 12v-1.5h2a.5.5 0 0 0 .5-.5V8H12v2a2 2 0 0 1-2 2H8Zm2-12a2 2 0 0 1 2 2v2h-1.5V2a.5.5 0 0 0-.5-.5H8V0h2Z\"><\/path>\n\t\t\t<\/svg>\n\t\t<\/button><\/figure><\/div><p>Untuk mengetahui langkah-langkah selengkapnya di browser lain, simak tutorial kami lainnya tentang <a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/cara-menghapus-cache-history-di-browser\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">cara membersihkan cache browser<\/a>.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-3-flush-cache-dns\">3. Flush Cache DNS<\/h3><p>Data dalam cache DNS membantu mempercepat perangkat Anda mencocokkan URL dengan alamat IP website untuk mempersingkat waktu loading website. Tapi, tidak seperti cache dan cookie browser, cache DNS beroperasi pada tingkat sistem.<\/p><p>Meskipun jarang terjadi, error DNS bisa menyebabkan HTTP status code 401. Cache DNS mungkin sudah kedaluwarsa sehingga memuat detail URL dan alamat IP yang salah.<\/p><p>Flush DNS akan menghapus DNS record yang ada di perangkat, sehingga perangkat akan &lsquo;dipaksa&rsquo; untuk membuat permintaan baru dan mengautentikasi ulang URL.<\/p><p>Berikut&nbsp;<a href=\"\/id\/tutorial\/cara-flush-dns\">cara flush DNS<\/a> cache di Windows:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Di desktop, buka kolom pencarian dan ketik &ldquo;<strong>Command Prompt<\/strong>&ldquo;.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"769\" height=\"495\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/mencari-command-prompt.png\/public\" alt=\"mencari command prompt\" class=\"wp-image-21974\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/mencari-command-prompt.png\/w=769,fit=scale-down 769w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/mencari-command-prompt.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/mencari-command-prompt.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 769px) 100vw, 769px\" \/><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li>Buka&nbsp;<strong>Command Prompt<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Ketik perintah &ldquo;<strong>ipconfig\/flushdns<\/strong>&rdquo; dan tekan&nbsp;<strong>Enter<\/strong>. Kalau berhasil, Anda akan melihat pesan &ldquo;Successfully flushed the DNS Resolver Cache&rdquo;.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"710\" height=\"317\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/flush-dns.png\/public\" alt=\"flush dns\" class=\"wp-image-21973\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/flush-dns.png\/w=710,fit=scale-down 710w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/flush-dns.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/flush-dns.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 710px) 100vw, 710px\" \/><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-4-cek-kredensial-autentikasi\">4. Cek Kredensial Autentikasi<\/h3><p>Kode error 401 Unauthorized mungkin muncul saat Anda mencoba mendapatkan akses ke resource yang terkunci (seperti halaman yang dilindungi password) dengan kredensial autentikasi yang tidak valid. Akibatnya, Anda tidak akan bisa membuka halaman tersebut.<\/p><p>Cek lagi apakah Anda login dengan ID user dan password yang valid. Kalau Anda yakin sudah memasukkan detail yang benar, coba ubah password.<\/p><p>Kalau Anda mengalami masalah saat mengakses website WordPress yang dilindungi password, coba&nbsp;<a href=\"\/id\/tutorial\/cara-ganti-password-wordpress\">atur ulang password WordPress<\/a> Anda.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-5-matikan-perlindungan-password\">5. Matikan Perlindungan Password<\/h3><p>Kalau error 401 terjadi di website Anda sendiri, Anda bisa mencoba menonaktifkan sementara perlindungan password untuk bagian website yang bermasalah.<\/p><p>Kalau Anda mengaktifkan perlindungan password menggunakan&nbsp;file <strong>.htaccess<\/strong> dan <strong>.htpasswd<\/strong>, ikuti langkah-langkah berikut untuk menonaktifkannya:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka <strong>File Manager<\/strong>&nbsp;akun <a href=\"\/id\/web-hosting\">hosting<\/a> Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Buka direktori website yang dilindungi password.<\/li>\n\n\n\n<li>Temukan file&nbsp;<strong>.htaccess<\/strong>&nbsp;yang Anda buat saat mengaktifkan perlindungan password. Isinya akan terlihat seperti ini:<\/li>\n<\/ol><pre class=\"wp-block-preformatted\">AuthType Basic<br>AuthName \"Your authorization required message.\"<br>AuthUserFile \/path\/to\/.htpasswd<br>require valid-user<\/pre><ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\">\n<li>Salin dan simpan isi file&nbsp;<strong>.htaccess<\/strong>&nbsp;saat ini kalau Anda ingin mengaktifkan perlindungan password lagi nanti.<\/li>\n\n\n\n<li>Hapus file&nbsp;<strong>.htaccess<\/strong>&nbsp;dari direktori.<\/li>\n\n\n\n<li>Selanjutnya, temukan juga file&nbsp;<strong>.htpasswd<\/strong>, backup file, lalu hapus.<\/li>\n<\/ol><p>Apabila menggunakan Hostinger, Anda bisa memanfaatkan fitur di <a href=\"\/id\/tutorial\/hpanel-tutorial\">hPanel<\/a>&nbsp;untuk mengelola <a href=\"https:\/\/support.hostinger.com\/id\/articles\/1583470-cara-buat-password-untuk-melindungi-website\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">direktori website yang dilindungi password<\/a>.<\/p><p>Kalau memerlukan bantuan untuk menemukan file <strong>.htaccess<\/strong>, silakan baca tutorial kami lainnya tentang <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-file-htaccess-wordpress-default\">cara menemukan dan membuat .htaccess WordPress<\/a>.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-6-cek-header-www-authenticate\">6. Cek Header WWW-Authenticate<\/h3><p><a href=\"https:\/\/datatracker.ietf.org\/doc\/html\/rfc7235#section-4.1\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Menurut IETF<\/a>, server yang memberikan respons 401 (Unauthorized) harus mengirimkan kolom header WWW-Authenticate yang berisi setidaknya satu tantangan autentikasi yang diberikan pada resource yang dimaksud.<\/p><p>Header respons ini menentukan metode autentikasi mana yang harus diikuti web browser untuk mengakses halaman tertentu.&nbsp;Nah, dengan mengetahui respons yang dikirim header dan metode autentikasi yang digunakan, Anda pun bisa mengidentifikasi masalahnya.<\/p><p>Untuk memeriksa header WWW-Authenticate penyebab error 401 Unauthorized, ikuti langkah-langkah berikut:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Akses halaman yang menampilkan kesalahan 401.&nbsp;Kalau Anda menggunakan Chrome, klik kanan dan pilih&nbsp;<strong>Inspect<\/strong>&nbsp;(Inspeksi) atau tekan&nbsp;<strong>Ctrl+Shift+J<\/strong>&nbsp;untuk membuka developer console (konsol developer).<\/li>\n\n\n\n<li>Buka tab&nbsp;<strong>Network <\/strong>(Jaringan), lalu reload halaman. Klik entri dengan status error 401.&nbsp;<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"480\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/inspeksi-error-401.png\/public\" alt=\"inspeksi error 401\" class=\"wp-image-21975\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/inspeksi-error-401.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/inspeksi-error-401.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/inspeksi-error-401.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/inspeksi-error-401.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"3\">\n<li>Buka&nbsp;tab&nbsp;<strong>Header.&nbsp;<\/strong>Temukan entri <strong>WWW-Authenticate<\/strong> di bawah bagian <strong>Response Headers<\/strong>. Entri ini akan menunjukkan metode autentikasi yang diberlakukan server untuk menyediakan akses ke konten website tersebut.<\/li>\n<\/ol><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"480\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/www-authenticate.png\/public\" alt=\"www authenticate\" class=\"wp-image-21976\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/www-authenticate.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/www-authenticate.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/www-authenticate.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/08\/www-authenticate.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div><ol class=\"wp-block-list\" start=\"4\">\n<li>Lihat&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.iana.org\/assignments\/http-authschemes\/http-authschemes.xhtml\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">HTTP Authentication Scheme Registry<\/a> untuk mengetahui metode autentikasi halaman. Pada contoh ini, halaman menggunakan metode autentikasi dasar, yang berarti hanya memerlukan kredensial login standar.<\/li>\n<\/ol><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-7-nonaktifkan-plugin-modul-dan-tema\">7. Nonaktifkan Plugin, Modul, dan Tema<\/h3><p>Apabila Anda menjumpai kode error 401 dan memiliki hak akses sebagai administrator website, identifikasi penyebabnya dengan menonaktifkan plugin, modul, dan tema yang telah diinstal di website.&nbsp;<\/p><p>Misalnya, kalau Anda memiliki website WordPress dan masih bisa mengakses dashboard admin Anda, cobalah mengganti tema website ke default dan menonaktifkan semua plugin secara bersamaan.&nbsp;<\/p><p>Untuk <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-mengganti-tema-wordpress\">mengganti tema WordPress<\/a> ke tema default, buka&nbsp;<strong><strong>Appearance<\/strong><\/strong> (Tampilan) <strong>&rarr;<\/strong> <strong><strong>Themes<\/strong><\/strong> (Tema)&nbsp;lalu klik <strong><strong>Activate<\/strong><\/strong> untuk mengaktifkannya.<\/p><p>Untuk menonaktifkan semua <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-plugin\">plugin WordPress<\/a> secara bersamaan, buka&nbsp;<strong>Plugins<\/strong> &rarr; <strong>Installed Plugins<\/strong> (Plugin Terpasang). Pilih semua plugin sekaligus, lalu pilih&nbsp;<strong>Deactivate<\/strong>&nbsp;dari menu drop-down kemudian klik&nbsp;<strong>Apply<\/strong>.<\/p><p>Langkah-langkah mengubah template desain dan menonaktifkan modul di dashboard CMS lain mestinya tidak begitu berbeda dengan WordPress.<\/p><p>Tapi, kalau Anda tidak punya akses ke dashboard admin WordPress, Anda bisa <a href=\"https:\/\/support.hostinger.com\/id\/articles\/4411258-bagaimana-cara-menonaktifkan-plugin-wordpress-tanpa-harus-masuk-ke-halaman-admin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menonaktifkan plugin WordPress<\/a>&nbsp;dengan membuka File Manager di akun hosting dan mengganti nama folder <strong>Plugins.<\/strong> Di Hostinger, Anda bisa mengelola plugin langsung dari hPanel.<\/p><p>Anda juga bisa <a href=\"https:\/\/support.hostinger.com\/id\/articles\/4469298-bagaimana-cara-mengubah-tema-wordpress-melalui-phpmyadmin\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengganti tema WordPress<\/a> tanpa membuka dashboard admin dengan memodifikasi filenya melalui File Manager dan phpMyAdmin.&nbsp;<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Error 401 adalah kesalahan yang terjadi saat permintaan browser ke server tidak memiliki kredensial autentikasi yang valid.&nbsp;Kesalahan ini sering kali disebabkan oleh masalah yang ada di sisi klien, dan umumnya mudah diatasi. Tapi, ada juga beberapa penyebab dari sisi server.<\/p><p>Berikut adalah beberapa cara mengatasi error 401 Unauthorized yang paling umum:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Cek apakah URL sudah benar<\/strong>.&nbsp;Cek lagi URL apakah ada yang salah eja atau sudah diganti.&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Hapus cache browser<\/strong>. Bersihkan cache dan cookie browser. Kalau belum berhasil, coba flush DNS cache.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Cek kredensial autentikasi<\/strong>. Pastikan Anda memasukkan username dan password yang valid. Kalau masalah berlanjut, coba atur ulang password.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Nonaktifkan perlindungan password<\/strong>. Apabila Anda adalah administrator website dan mengalami error ini, coba nonaktifkan sementara perlindungan password di bagian yang bermasalah dengan menghapus&nbsp;file&nbsp;<strong>.htaccess<\/strong>&nbsp;dan .<strong>htpasswd.<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li><strong>Troubleshoot kode error<\/strong>.&nbsp;Cek header WWW-Authenticate dan coba nonaktifkan plugin, modul, atau tema yang bermasalah.<\/li>\n<\/ol><p>Semoga informasi dari tutorial ini membantu Anda mengatasi error 401, ya.&nbsp;Kalau ada pertanyaan atau tips lainnya, jangan ragu untuk menyampaikannya lewat kolom komentar di bawah ini!<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-tanya-jawab-faq-cara-mengatasi-401-unauthorized\">Tanya Jawab (FAQ) Cara Mengatasi 401 Unauthorized<\/h2><p>Temukan jawaban atas pertanyaan yang paling sering diajukan tentang kesalahan 401 di bawah ini.<\/p><div id=\"rank-math-faq\" class=\"rank-math-block\">\n<div class=\"rank-math-list \">\n<div id=\"faq-question-69442c6059b18\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Kenapa Error 401 Muncul?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Error 401 terjadi saat Anda mencoba mengakses halaman yang memerlukan kredensial autentikasi yang valid, tapi kredensial Anda saat ini salah atau tidak ditemukan. Untuk mengatasinya, hubungi administrator halaman untuk mendapatkan informasi akses yang benar.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442c6059b1d\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apakah Website Tetap Bisa Dibuka saat Error 401 Muncul?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Error 401 biasanya memblokir sementara akses ke halaman atau resource tertentu hingga Anda memberikan kredensial login yang valid. Anda masih bisa membuka bagian lain website yang tidak memerlukan autentikasi.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<div id=\"faq-question-69442c6059b1e\" class=\"rank-math-list-item\">\n<h3 class=\"rank-math-question \">Apa Perbedaan Error 401 Unauthorized dan Error 403 Forbidden?<\/h3>\n<div class=\"rank-math-answer \">\n\n<p>Kalau error 401 menandakan bahwa akses tidak sah karena kredensial yang tidak valid atau hilang, <a href=\"\/tutorial\/cara-mengatasi-403-forbidden\">error 403 forbidden<\/a> menandakan bahwa Anda dilarang mengakses halaman, bahkan dengan kredensial yang valid, biasanya karena izin yang ditetapkan oleh administrator website.<\/p>\n\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda mungkin pernah menjumpai error yang menunjukkan kode status HTTP tertentu saat mencoba membuka website. Salah satu kode yang paling umum adalah Error 401 atau 401 Unauthorized. Error ini menandakan bahwa permintaan yang dikirim ke website atau aplikasi web tidak bisa diautentikasi. Untungnya, masalah ini biasanya bisa Anda atasi sendiri dengan cepat. Di tutorial ini, [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/error-401-unauthorized\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":37377,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara Mengatasi Error 401 Unauthorized dan Penjelasannya","rank_math_description":"Menjumpai kode HTTP 401 saat menjelajah internet? Yuk, baca artikel ini untuk mengetahui arti dan cara mengatasi Error 401 Unauthorized!","rank_math_focus_keyword":"error 401","footnotes":""},"categories":[9451],"tags":[],"class_list":["post-21965","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-error"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-fix-the-401-unauthorized-error","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/erro-401","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/comment-reparer-l-erreur-401","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/error-401","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/error-401-unauthorized","default":0},{"locale":"nl-NL","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/nl\/tutorials\/401-error","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-fix-the-401-unauthorized-error","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/how-to-fix-the-401-unauthorized-error","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/how-to-fix-the-401-unauthorized-error","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/error-401","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/error-401","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/fqdn-8","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/erro-401","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-fix-the-401-unauthorized-error","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/how-to-fix-the-401-unauthorized-error","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/how-to-fix-the-401-unauthorized-error","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/how-to-fix-the-401-unauthorized-error","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=21965"}],"version-history":[{"count":37,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21965\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":47165,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/21965\/revisions\/47165"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=21965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=21965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=21965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}