{"id":11477,"date":"2020-11-17T10:57:36","date_gmt":"2020-11-17T10:57:36","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=11477"},"modified":"2025-01-24T10:24:38","modified_gmt":"2025-01-24T03:24:38","slug":"cara-install-wordpress-di-xampp","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-install-wordpress-di-xampp","title":{"rendered":"Cara install WordPress di XAMPP dalam 3 langkah"},"content":{"rendered":"<p>Menyiapkan environment yang dihosting secara lokal merupakan langkah penting dalam setiap proyek pengembangan WordPress. Anda bisa menguji fitur dan fungsi situs dengan aman di lokasi yang benar-benar privat.<\/p><p>Untungnya, <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-wordpress\">WordPress adalah<\/a> platform yang mudah dikelola sehingga Anda bisa melakukan proses ini sendiri. Dalam artikel ini, kami akan membahas cara install WordPress di <a href=\"https:\/\/www.apachefriends.org\/index.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">XAMPP<\/a> agar Anda bisa menyiapkan web server lokal untuk mengembangkan dan menguji situs WordPress secara offline.<\/p><p>Untuk melakukannya, ikuti tiga langkah berikut:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Install XAMPP.<\/li>\n\n\n\n<li>Jalankan XAMPP dan konfigurasikan environment Anda.<\/li>\n\n\n\n<li>Unduh dan jalankan WordPress.<\/li>\n<\/ol><p>Kami juga akan membahas beberapa cara terbaik untuk bereksperimen dengan kode dan menguji WordPress menggunakan XAMPP. Terakhir, kami akan membahas cara menggunakan XAMPP dengan <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-multisite-wordpress\/\"><strong>penginstalan multisite<\/strong><\/a> WordPress. Mari mulai!<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengapa-anda-perlu-situs-wordpress-lokal\">Mengapa Anda Perlu Situs WordPress Lokal<\/h2><p>Situs WordPress yang dihosting secara lokal berarti situs tersebut hanya bisa diakses oleh orang-orang di jaringan Anda (yang berarti tidak ada komponen online). Jadi, situs seperti ini bisa menjadi environment yang aman untuk menguji fitur baru dan metode pemecahan masalah.<\/p><p>Website lokal sangat cocok untuk melakukan tugas berikut:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Membuat tema dan plugin baru:<\/strong> Saat menggunakan situs lokal, Anda tidak perlu mencemaskan masalah yang mungkin timbul ketika melakukan pengembangan di situs WordPress yang sudah online.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Website staging:&nbsp;<\/strong>Anda bisa membuat salinan website yang sudah online, yang bisa digunakan untuk melakukan pengujian.<\/li>\n\n\n\n<li><strong>Melakukan debug dan troubleshooting situs:&nbsp;<\/strong>Menangani bug atau masalah lain melalui situs yang sudah online dapat menimbulkan masalah yang lebih serius (atau bahkan downtime yang cukup parah). Dengan membuat situs WordPress lokal, Anda bisa mencoba berbagai solusi dan me-<em>restore<\/em> versi situs sebelumnya dengan mudah apabila terjadi masalah.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;<strong>&nbsp;<\/strong><\/li>\n<\/ul><p>Untuk alasan tersebut, sebaiknya buat situs WordPress yang dihosting secara lokal untuk setiap proyek pengembangan. Namun sebelumnya, Anda perlu tool yang bisa memudahkan dan mempercepat proses ini.<\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"\/id\/wordpress-hosting\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-37614\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2024\/06\/ID-New-WP_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-xampp\">Apa Itu XAMPP?<\/h2><p>Proses install WordPress secara lokal memerlukan sedikit persiapan. Anda perlu software web server (seperti <a href=\"https:\/\/httpd.apache.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Apache<\/a>), bahasa pemrograman seperti <a href=\"https:\/\/www.perl.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Perl<\/a>&nbsp;dan&nbsp;<a href=\"http:\/\/www.php.net\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">PHP<\/a>, serta software pengelolaan database seperti <a href=\"https:\/\/dev.mysql.com\/doc\/refman\/8.0\/en\/what-is-mysql.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">MySQL<\/a>. Sayangnya, menginstal setiap elemen ini secara terpisah bisa cukup menyulitkan dan memakan waktu.<\/p><p>Untungnya, kita bisa menggunakan <a href=\"https:\/\/www.apachefriends.org\/index.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">XAMPP<\/a>, yang merupakan akronim dari <em>cross (x)-platform<\/em>, Apache, MySQL, PHP, dan Perl. Dengan tool ini, Anda bisa menginstal semua elemen tersebut dengan cepat dan mudah. Anda bisa memanfaatkannya untuk menyiapkan environment guna menjalankan WordPress di local machine. Anda pun bisa menguji plugin, bereksperimen dengan tema dan kode, serta melakukan aktivitas pengembangan dengan aman.<\/p><p>XAMPP adalah software open-source yang tersedia gratis, didukung oleh <a href=\"https:\/\/www.apachefriends.org\/community.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">komunitas dukungan<\/a> yang cukup besar. Tool ini juga sangat ringan, dan semua elemen yang diperlukan untuk menyiapkan web server lokal tersedia dalam satu file yang bisa diekstrak. Lebih kerennya lagi, Anda bisa mempelajari cara menggunakan XAMPP dengan mudah, seperti yang akan kami bahas dalam tutorial XAMPP berikut ini.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-install-wordpress-di-xampp-dalam-3-langkah\">Cara Install WordPress di XAMPP dalam 3 Langkah<\/h2><p>Di bagian ini, kami akan memberikan panduan tentang cara menggunakan XAMPP dan cara install WordPress di localhost menggunakan XAMPP.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-langkah-1-install-xampp\">Langkah 1: Install XAMPP<\/h3><p>Pertama, Anda perlu menginstal XAMPP terlebih dahulu. Download file installer XAMPP dari <a href=\"https:\/\/www.apachefriends.org\/index.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">website Apache Friends<\/a> dengan memilih link sesuai sistem operasi Anda.<\/p><p>Setelah proses pengisntalan selesai, XAMPP akan diinstal di sistem. Apabila membutuhkan panduan yang lebih jelas, Anda bisa menyimak artikel kami lainnya tentang <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-instal-xampp\">cara menginstal XAMPP<\/a>.<\/p><p>Perlu diperhatikan bahwa jika Anda menjalankan XAMPP di Windows, kemudian ada program lain di komputer yang menggunakan port 80 atau 443, Anda mungkin akan menjumpai <a href=\"\/id\/tutorial\/ganti-port-apache-dan-mysql-di-xampp\">eror port<\/a>. Contohnya, program World Wide Web Publishing Service biasanya menggunakan port 80 dan bisa menyebabkan konflik dengan XAMPP.<\/p><p>Untuk mengatasinya, Anda perlu menghentikan layanan tersebut dengan melakukan langkah berikut:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka menu <strong>Start<\/strong>&nbsp;Windows, lalu ketik&nbsp;<strong>services.msc<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Di jendela&nbsp;<strong>Services<\/strong>, cari World Wide Web Publishing Service.<\/li>\n\n\n\n<li>Klik kanan, lalu tekan tombol&nbsp;<strong>Stop<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Restart XAMPP. Eror port akan teratasi jika penyebabnya adalah World Wide Web Publishing Service.<\/li>\n<\/ol><p>Jika masalah belum teratasi, penyebabnya mungkin adalah firewall Windows Anda. Untuk tetap membuka port, Anda harus menetapkan aturan firewall baru:<\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Buka&nbsp;<strong>Windows Firewall<\/strong>, lalu&nbsp;<strong>Advanced Settings<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Buka&nbsp;<strong>Inbound<\/strong>&nbsp;&gt;&nbsp;<strong>New Rule<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Buka&nbsp;<strong>Port<\/strong>&nbsp;&gt;&nbsp;<strong>TCP<\/strong>. Ketikkan&nbsp;<strong>80,443<\/strong>&nbsp;pada kolom&nbsp;<strong>Specific Ports<\/strong>, lalu klik&nbsp;<strong>Next<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Pilih&nbsp;<strong>Allow the Connection<\/strong>, lalu&nbsp;<strong>Next<\/strong>&nbsp;lagi.<\/li>\n\n\n\n<li>Pastikan semua opsi yang tercantum sudah dicentang, lalu lanjutkan ke halaman berikutnya.<\/li>\n\n\n\n<li>Pada kolom&nbsp;<strong>Name<\/strong>, tuliskan nama yang mudah diingat (misalnya&nbsp;<strong>host1<\/strong>), kemudian pilih <strong>Finish<\/strong>.<\/li>\n\n\n\n<li>Sekarang, ulangi langkah 1 sampai 6, lalu ubah namanya lagi (misalnya&nbsp;<strong>host2<\/strong>) untuk mengosongkan port.<\/li>\n\n\n\n<li>Restart komputer Anda. Port 80 dan 443 akan terbuka secara lokal.<\/li>\n<\/ol><p>Setelah XAMPP terinstal, Anda pun bisa mulai menjalankan XAMPP.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-langkah-2-jalankan-xampp-dan-konfigurasikan-environment\">Langkah 2:&nbsp;Jalankan XAMPP dan Konfigurasikan Environment<\/h3><p>Sekarang, buka aplikasi XAMPP dan klik tombol&nbsp;<strong>Start<\/strong>. Simbol berwarna hijau akan muncul di sudut kanan atas tampilan, seperti berikut:<\/p><figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"428\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tombol-mulai-xampp.jpg\/public\" alt=\"Tombol mulai XAMPP\" class=\"wp-image-11957\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tombol-mulai-xampp.jpg\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tombol-mulai-xampp.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tombol-mulai-xampp.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tombol-mulai-xampp.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><p>Berikutnya, buka tab&nbsp;<strong>Services<\/strong>. Anda perlu memastikan bahwa status layanan stack Apache dan MySQL sudah berjalan (memiliki simbol berwarna hijau). Ini akan memastikan elemen software server dan pengelolaan database Anda sudah siap untuk environment lokal. Pada tahap ini, Anda boleh mengabaikan ProFTPD (yang merupakan server File Transfer Protocol yang bisa dikonfigurasi).<\/p><p>Jika MySQL atau Apache tidak berjalan (menampilkan simbol berwarna merah), cukup pilih dan klik&nbsp;<strong>Start<\/strong>:<\/p><figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"421\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/menu-layanan-xampp.jpg\/public\" alt=\"Menu layanan XAMPP\" class=\"wp-image-11958\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/menu-layanan-xampp.jpg\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/menu-layanan-xampp.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/menu-layanan-xampp.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/menu-layanan-xampp.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><p>Kemudian, buka tab <strong>Network<\/strong>. Di sini, Anda bisa menentukan aturan penerusan (forwarding) port antara host machine dan stack. Pilih opsi localhost yang ingin ditangani, lalu klik tombol&nbsp;<strong>Enable<\/strong>. Dalam contoh ini, kami akan menggunakan <strong>localhost:8080<\/strong>:<\/p><figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"414\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tab-jaringan-xampp.jpg\/public\" alt=\"Tab jaringan XAMPP\" class=\"wp-image-11959\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tab-jaringan-xampp.jpg\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tab-jaringan-xampp.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tab-jaringan-xampp.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tab-jaringan-xampp.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><p>Sekarang, Anda bisa mengakses localhost dan mulai menggunakan XAMPP sebagai environment server. Untuk melakukannya, buka web browser favorit Anda, lalu ketikkan nama localhost (di sini, nama yang kami gunakan adalah&nbsp;<strong>localhost:8080<\/strong>). Dasbor XAMPP pun akan muncul. Setelah itu, pilih tombol&nbsp;<strong>phpMyAdmin<\/strong>&nbsp;di sudut kanan atas halaman:<\/p><figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"515\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tombol-phpMyAdmin-xampp.png\/public\" alt=\"Tombol phpMyAdmin XAMPP\" class=\"wp-image-11960\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tombol-phpMyAdmin-xampp.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tombol-phpMyAdmin-xampp.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tombol-phpMyAdmin-xampp.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tombol-phpMyAdmin-xampp.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><p>Anda kemudian harus membuat database untuk penginstalan WordPress. Untuk melakukannya, pilih tab&nbsp;<strong>Database<\/strong>, ketikkan nama database (di sini kami menggunakan&nbsp;<strong>WordPress<\/strong>), pastikan menu drop-down berikutnya sudah diatur ke <strong>Collation<\/strong>, lalu klik&nbsp;<strong>Create:<\/strong><\/p><figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"211\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tab-database-phpMyAdmin.png\/public\" alt=\"Tab database phpMyAdmin\" class=\"wp-image-11961\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tab-database-phpMyAdmin.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tab-database-phpMyAdmin.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tab-database-phpMyAdmin.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/tab-database-phpMyAdmin.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><p>Setelah itu, Anda pun siap mempelajari cara install WordPress di XAMPP untuk menggunakan WordPress secara offline.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-langkah-3-unduh-dan-jalankan-wordpress\">Langkah 3: Unduh dan Jalankan WordPress<\/h3><p>Di tahap ini, Anda harus mengunjungi WordPress.org dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/wordpress.org\/download\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">mengunduh versi terbaru<\/a>&nbsp;WordPress:<\/p><figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"514\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/WordPress.png\/public\" alt=\"WordPress\" class=\"wp-image-11962\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/WordPress.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/WordPress.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/WordPress.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/WordPress.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><p>Buka folder WordPress di perangkat Anda, lalu temukan file <strong>wp-sample-config.php<\/strong>:<\/p><figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"449\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/file-sample.php-wp-config.jpg\/public\" alt=\"File sample.php wp config\" class=\"wp-image-11963\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/file-sample.php-wp-config.jpg\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/file-sample.php-wp-config.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/file-sample.php-wp-config.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/file-sample.php-wp-config.jpg\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><p>Buka file ini di editor teks favorit Anda (misalnya TextEdit). Anda harus menemukan baris teks berikut:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">define('DB_NAME', 'database_name_here');<\/pre><p>Ganti <em>database_name_here<\/em>&nbsp;dengan nama database yang tadi Anda berikan di langkah sebelumnya. Kemudian, cari dua baris berikut:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">define('DB_USER', 'username_here');\ndefine('DB_PASSWORD', 'password_here');<\/pre><p>Ganti&nbsp;<em>username_here<\/em>&nbsp;dengan&nbsp;<em>root<\/em>, dan hapus&nbsp;<em>password_here<\/em>&nbsp;seluruhnya. Teks ini harus terlihat seperti berikut:<\/p><figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"240\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/file-konfigurasi-sampel-wp.png\/public\" alt=\"File konfigurasi sampel wp\" class=\"wp-image-11964\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/file-konfigurasi-sampel-wp.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/file-konfigurasi-sampel-wp.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/file-konfigurasi-sampel-wp.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/file-konfigurasi-sampel-wp.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><p>Setelah itu, simpan file dengan nama&nbsp;<strong>wp-config.php<\/strong>. Pastikan file ini disimpan di subfolder <strong>htdocs<\/strong>&nbsp;dalam folder XAMPP. Anda juga harus mem-<em>paste<\/em> folder install WordPress ke&nbsp;<strong>htdocs<\/strong>.<\/p><p>Terakhir, buka&nbsp;<em>http:\/\/localhost\/wp\/<\/em>&nbsp;di browser. Setelah terbuka, ikuti prosedur install WordPress standar. Jika sudah selesai, situs WordPress Anda yang sudah dihosting secara lokal pun siap digunakan!<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-cara-install-wordpress-multisite-di-xampp\">Cara Install WordPress Multisite di XAMPP<\/h2><p>Setelah mengetahui cara install WordPress di XAMPP untuk satu situs WordPress, Anda mungkin ingin menggunakannya untuk membuat jaringan multisite. Ini memungkinkan Anda membuat jaringan website yang semuanya dikelola dari satu penginstalan WordPress. Ada banyak penerapan untuk penginstalan multisite. Misalnya, Anda bisa menguji fungsi tema dan\/atau plugin baru Anda di berbagai situs.<\/p><p>Untuk memulai, buka file&nbsp;<strong>wp-config.php&nbsp;<\/strong>di editor teks lagi. Anda kemudian harus menambahkan baris kode berikut di bagian bawah, tepat di atas baris <em>* That&rsquo;s all, stop editing! Happy blogging. *<\/em>:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">define('WP_DEBUG', false);\ndefine('WP_ALLOW_MULTISITE', true);<\/pre><p>Setelah memastikan bahwa Apache dan MySQL masih berjalan di XAMPP, login ke situs localhost Anda. Kemudian, buka&nbsp;<strong>Tools<\/strong>&nbsp;&gt;&nbsp;<strong>Network Setup:<\/strong><\/p><figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"402\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/opsi-setup-jaringan-tool-wordpress.png\/public\" alt=\"Opsi setup jaringan tool WordPress\" class=\"wp-image-11965\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/opsi-setup-jaringan-tool-wordpress.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/opsi-setup-jaringan-tool-wordpress.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/opsi-setup-jaringan-tool-wordpress.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/11\/opsi-setup-jaringan-tool-wordpress.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><p>Setelah memasukkan judul jaringan, pilih&nbsp;<strong>Install<\/strong>. Anda akan diminta untuk mengedit file&nbsp;<strong>wp-config.php<\/strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>.htaccess<\/strong>.<\/p><p>Buka file&nbsp;<strong>wp-config.php&nbsp;<\/strong>sekali lagi. Anda perlu menambahkan kode berikut di bawah baris yang sebelumnya Anda tambahkan:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\">define('MULTISITE', true);\ndefine('SUBDOMAIN_INSTALL', false);\ndefine('DOMAIN_CURRENT_SITE', 'localhost');\ndefine('PATH_CURRENT_SITE', '\/');\ndefine('SITE_ID_CURRENT_SITE', 1);\ndefine('BLOG_ID_CURRENT_SITE', 1);<\/pre><p>Selanjutnya, <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-htaccess-file\">buka (atau buat) file .htaccess Anda<\/a>&nbsp;di direktori yang sama dengan file <strong>wp-config.php<\/strong>. Kemudian, ganti semua baris yang ada dalam file tersebut dengan snippet berikut:<\/p><pre class=\"EnlighterJSRAW\" data-enlighter-language=\"null\" data-enlighter-theme=\"\" data-enlighter-highlight=\"\" data-enlighter-linenumbers=\"\" data-enlighter-lineoffset=\"\" data-enlighter-title=\"\" data-enlighter-group=\"\"># BEGIN WordPress\nRewriteEngine On\nRewriteBase \/\nRewriteRule ^index\\.php$ - [L]\n\n# add a trailing slash to \/wp-admin\nRewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+\/)?wp-admin$ $1wp-admin\/ [R=301,L]\n\nRewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -f [OR]\nRewriteCond %{REQUEST_FILENAME} -d\nRewriteRule ^ - [L]\nRewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+\/)?(wp-(content|admin|includes).*) $2 [L]\nRewriteRule ^([_0-9a-zA-Z-]+\/)?(.*\\.php)$ $2 [L]\nRewriteRule . index.php [L]\n\n# END WordPress<\/pre><p>Simpan file, lalu tutup. Sekarang Anda bisa mengakses setiap situs di dasbor saat login ke penginstalan WordPress lokal.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-yang-perlu-dilakukan-dengan-penginstalan-wordpress-lokal\">Yang Perlu Dilakukan dengan Penginstalan WordPress Lokal<\/h2><p>Setelah Anda mengetahui cara install WordPress di XAMPP dan menyiapkan situs WordPress lokal atau offline untuk bereksperimen, langkah selanjutnya bergantung pada jenis proyek pengembangan yang akan Anda lakukan. Untuk memulai, WordPress.org menawarkan panduan keren bagi pemula tentang cara <a href=\"https:\/\/codex.wordpress.org\/Test_Driving_WordPress\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">menguji coba WordPress<\/a>.<\/p><p>Jika tertarik pada pengembangan tema, Anda dapat membaca panduan kami tentang <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-tema-wordpress\/\">cara membuat tema WordPress<\/a>, atau mengunjungi situs seperti <a href=\"https:\/\/themeshaper.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Theme Shaper<\/a>.&nbsp;Dengan environment lokal, Anda bisa mengedit file secara aman untuk bereksperimen menggunakan tema baru dan fungsi yang terkait dengannya.<\/p><p>Jika ingin mempelajari cara menggunakan XAMPP dan WordPress bersama-sama untuk menguji pemahaman kode dan mendalami PHP, ada beberapa panduan yang tersedia. <a href=\"https:\/\/www.bitdegree.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">BitDegree<\/a>&nbsp;dan&nbsp;<a href=\"https:\/\/www.codecademy.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Code Academy<\/a>&nbsp;menawarkan berbagai tutorial mendetail yang membahas dasar-dasar PHP dan HTML, serta banyak lagi lainnya.<\/p><p>Saat menggunakan WordPress secara offline untuk pengembangan, Anda juga harus memiliki resource untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kemampuan. <a href=\"https:\/\/stackexchange.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Stack Exchange<\/a>&nbsp;adalah forum online besar yang bisa Anda gunakan untuk mengajukan pertanyaan kepada komunitas pengembangan WordPress, serta mendapatkan insight berguna. Terakhir, Anda mungkin ingin menjadi member reguler di <a href=\"https:\/\/wordpress.org\/support\/forums\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Forum dukungan WordPress.org<\/a>.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p>Seperti yang sudah Anda pelajari, XAMPP adalah solusi canggih dan serbaguna untuk menyiapkan web server lokal. Tool ini menyediakan cara untuk membuat environment bagi kode WordPress dasar, bereksperimen dengan pengaturan multisite, tweaking tema, dan banyak lagi.<\/p><p>Meskipun begitu, XAMPP bukanlah satu-satunya tool yang bisa Anda pakai. Install WordPress menggunakan <a href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-docker\">Docker<\/a> bisa menjadi alternatif yang sama bagusnya untuk menggunakan WordPress secara offline.<\/p><p>Apakah Anda memiliki pertanyaan seputar cara install WordPress di XAMPP? Beri tahu kami pada kolom komentar di bawah ini!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menyiapkan environment yang dihosting secara lokal merupakan langkah penting dalam setiap proyek pengembangan WordPress. Anda bisa menguji fitur dan fungsi situs dengan aman di lokasi yang benar-benar privat. Untungnya, WordPress adalah platform yang mudah dikelola sehingga Anda bisa melakukan proses ini sendiri. Dalam artikel ini, kami akan membahas cara install WordPress di XAMPP agar Anda [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-install-wordpress-di-xampp\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":11967,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara Install WordPress di XAMPP dalam 3 Langkah Mudah","rank_math_description":"Cari tahu cara install WordPress di XAMPP untuk mengembangkan website secara lebih aman melalui localhost, selengkapnya di artikel ini.","rank_math_focus_keyword":"cara install wordpress di xampp, xampp adalah, cara install wordpress di localhost, wordpress offline, install wordpress di xampp","footnotes":""},"categories":[4859],"tags":[4860,9408],"class_list":["post-11477","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-wordpress","tag-wordpress","tag-xampp"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/how-to-use-xampp-wordpress","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/como-usar-xampp-wordpress","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-install-wordpress-di-xampp","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/how-to-use-xampp-wordpress","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/how-to-use-xampp-wordpress\/","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/how-to-use-xampp-wordpress\/","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/como-usar-xampp-wordpress","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/como-usar-xampp-wordpress","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/como-usar-xampp-wordpress","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/how-to-use-xampp-wordpress","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/how-to-use-xampp-wordpress","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/how-to-use-xampp-wordpress","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/how-to-use-xampp-wordpress","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11477","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11477"}],"version-history":[{"count":34,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11477\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":41879,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11477\/revisions\/41879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11477"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11477"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11477"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}