{"id":11221,"date":"2020-10-26T10:28:56","date_gmt":"2020-10-26T10:28:56","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=11221"},"modified":"2025-01-08T15:14:11","modified_gmt":"2025-01-08T08:14:11","slug":"cara-membuat-redirect-php","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/cara-membuat-redirect-php","title":{"rendered":"Cara membuat redirect PHP tanpa masalah"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400\">Redirect PHP adalah tool yang sangat berguna namun bisa cukup berbahaya jika tidak Anda tidak mengaplikasikannya dengan benar.&nbsp;<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Jika sudah&nbsp;<\/span>mengenal<b> PHP 7.4<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dan membaca panduan kami tentang <strong>langkah-langkah pembuatan website<\/strong>, Anda pasti tahu bahwa fungsi <\/span><b>header()<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> bisa digunakan untuk mengalihkan pengguna ke halaman lain dengan mudah. Meski begitu, fungsi ini ternyata tidak semudah kelihatannya. Dalam panduan ini, kami akan menunjukkan cara membuat redirect PHP tanpa masalah.<\/span><\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Speed-Up-Your-Website-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27589\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/11\/eBook-Speed-Up-website-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><p>\n\n\n\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-metode-dasar-untuk-redirect-php\"><b>Metode Dasar untuk Redirect PHP<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Hampir semua panduan akan memberi tahu Anda hal yang sama: cukup gunakan fungsi <\/span><b>header()<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> di bagian atas halaman untuk membuat redirect PHP. Untuk melakukannya, gunakan fungsi berikut untuk mengirimkan URL baru:<\/span><\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">header('Location: '.$newURL.php);<\/pre><p><span style=\"font-weight: 400\">Fungsi header ini harus ada sebelum Anda meneruskan HTML atau teks apa pun ke browser pengguna, yang berarti harus terletak di bagian atas halaman. Jadi, fungsi ini harus Anda tulis sebelum deklarasi <\/span><strong>&lt;!DOCTYPE&gt;<\/strong><span style=\"font-weight: 400\">, sebelum Java, dan sebelum kode PHP apa pun. Fungsi ini kemudian akan mengarahkan pengguna ke URL yang baru.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Meski terlihat mudah, kode yang menyertakan fungsi <\/span><b>header() <\/b><span style=\"font-weight: 400\">terkadang bisa mengecoh developer dalam hal keamanan. Jadi, mari kita lihat cara menggunakan fungsi ini dengan benar.<\/span><\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-die-dan-exit\">Die() dan Exit ()<\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Setiap kali menggunakan redirect PHP, Anda harus terlebih dulu menggunakan modifier <\/span><b>die()<\/b><span style=\"font-weight: 400\">&nbsp;atau&nbsp;<\/span><b>exit()<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Alasannya, crawler dan bot bisa mengabaikan header, sehingga halaman yang Anda kira hanya akan menjadi titik asal redirect ternyata bisa diakses olehnya. Jika alasan Anda menggunakan redirect header adalah untuk melindungi halaman tertentu, sayang sekali, cara ini tidak akan berhasil.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Itulah sebabnya Anda harus menonaktifkan redirect jika diabaikan, yaitu dengan menambahkan <\/span><b>die()<\/b><span style=\"font-weight: 400\">&nbsp;atau&nbsp;<\/span><b>exit()<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> setelah redirect:<\/span><\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">header(\"Location: .$newURL.php\");\ndie();<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-url-relative-dan-absolute\">URL Relative dan Absolute<\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Selanjutnya mari kita bahas apa itu URL relative dan absolute dalam redirect PHP. Anda bisa menggunakan keduanya dengan <\/span><a href=\"https:\/\/greenbytes.de\/tech\/webdav\/rfc7231.html#header.location\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>RFC 7231<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400\">, tetapi harus sangat berhati-hati saat menggunakan redirect relative. Sebab, beberapa website builder akan menyusun dan mengganti nama halaman PHP. Artinya, jika Anda menangani PHP melalui website builder, semua redirect yang sudah Anda buat mungkin akan sia-sia.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sayangnya, belum ada solusi untuk masalah ini selain dengan benar-benar memperhatikan tujuan redirect Anda.<\/span><\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kode-status\">Kode Status<\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Masalah ketiga dalam redirect PHP standar adalah operator &ldquo;lokasi&rdquo; PHP masih menghasilkan kode <\/span><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/HTTP_302\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>HTTP 302<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. Anda tidak boleh membiarkan hal ini karena sejumlah web browser menerapkan kode ini dalam cara yang sangat berlawanan dengan fungsi seharusnya: bukannya benar-benar melakukan redirect PHP, tetapi justru menggunakan perintah GET.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Cara terbaik saat membuat redirect PHP adalah dengan menentukan kode yang ditampilkan. Sayangnya, kode yang harus Anda gunakan masih menjadi perdebatan. HTTP 301 menandakan redirect permanen, yang bisa menimbulkan masalah saat Anda memulihkan halaman asli. Beberapa browser memahami HTTP 303 sebagai &ldquo;hal lain&rdquo;, dan hal ini bisa menyebabkan masalah saat mengindeks halaman Anda di mesin pencari.&nbsp;<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam praktiknya, dan sampai ada solusinya, gunakan HTTP 303.<\/span><\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-baca-dokumentasinya\">Baca Dokumentasinya<\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Selain melakukan tindakan pencegahan dasar di atas, Anda juga harus membaca dokumentasi penggunaan redirect PHP sebelum memublikasikannya. Baca <\/span><a href=\"http:\/\/www.php.net\/manual\/en\/function.header.php\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>panduan PHP<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400\"> agar Anda yakin sudah memahami semua langkah yang harus Anda lakukan, juga baca <\/span><a href=\"http:\/\/www.w3.org\/Protocols\/rfc2616\/rfc2616-sec14.html#sec14.30\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>dokumentasi W3C<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400\">&nbsp;untuk memastikan Anda mengikuti praktik terbaik.&nbsp;<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Selagi mempelajari hal-hal yang perlu dipahami, pastikan Anda juga melindungi website dari&nbsp;<\/span><a href=\"https:\/\/privacycanada.net\/network-vulnerabilities\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>kerentanan umum<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400\">: jika memang harus menggunakan redirect PHP untuk saat ini, sebaiknya audit keamanan situs Anda.<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"179\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/10\/daftar-kerentanan-privacy-canada.png\/public\" alt=\"Daftar kerentanan Privacy Canada\" class=\"wp-image-11859\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/10\/daftar-kerentanan-privacy-canada.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/10\/daftar-kerentanan-privacy-canada.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/10\/daftar-kerentanan-privacy-canada.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/10\/daftar-kerentanan-privacy-canada.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-metode-lainnya\">Metode Lainnya<\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan semua masalah ini, Anda mungkin penasaran mengapa Anda harus menggunakan redirect PHP. Itu pertanyaan yang wajar. Cara ini biasanya memang lebih cepat daripada yang lainnya, dan bisa membantu meningkatkan kecepatan website. Namun, sebenarnya ada opsi lain yang tersedia.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ada dua metode utama untuk hal ini. Anda bisa menggunakan elemen <\/span><strong>&lt;meta&gt;<\/strong><span style=\"font-weight: 400\"> HTML untuk membuat redirect dari bagian HTML halaman, atau menggunakan JavaScript. Metode pertama, yaitu menggunakan &nbsp;<\/span><strong>&lt;meta&gt;<\/strong>,<b>&nbsp;<\/b><span style=\"font-weight: 400\">akan terlihat seperti ini:<\/span><\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">&lt;meta http-equiv=\"refresh\" content=\"0;url=newpage.php\"&gt;<\/pre><p><span style=\"font-weight: 400\">Metode kedua, yaitu menggunakan JavaScript, terlihat lebih elegan dan pastinya tampak lebih profesional:<\/span><\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">window.location.replace(\"http:\/\/newpage.php\/\");<\/pre><p><span style=\"font-weight: 400\">Kedua metode ini akan sedikit lebih lambat daripada redirect <\/span><b>header()<\/b><span style=\"font-weight: 400\">&nbsp;langsung, tetapi jauh lebih fleksibel.<\/span><\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29634\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\">Kesimpulan<\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Mengikuti langkah di atas memang bisa memastikan redirect PHP Anda cukup aman, tapi jika akan menggunakannya beberapa kali, sebaiknya pikirkan ulang struktur situs Anda.&nbsp;<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ada banyak alasan bagus untuk melakukannya. Pertama,&nbsp;<\/span><a href=\"https:\/\/wpmayor.com\/the-murky-waters-of-free-web-hosting\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><b>tidak semua host web dibuat sama<\/b><\/a><span style=\"font-weight: 400\">. Jika semua pengunjung diarahkan ke rute yang cukup rumit di situs Anda, performanya juga akan terpengaruh. Ini bisa ditingkatkan secara cukup baik menggunakan layanan <a href=\"\/id\/cloud-hosting\">hosting cloud Indonesia<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400\">&nbsp;meskipun masih ada batasannya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Alasan kedua, halaman yang menjadi titik asal redirect mungkin saja mengumpulkan data pengunjung tanpa Anda ketahui, khususnya jika Anda menggunakan software analitik web untuk memantau performa situs. <\/span>Setelah diberlakukannya GDPR<span style=\"font-weight: 400\">, konsekuensi masalah ini mungkin akan cukup berat.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Jadi, kesimpulannya, cermatlah mengenai redirect PHP, gunakan dengan baik, dan hanya gunakan jika memang Anda harus menggunakannya.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Redirect PHP adalah tool yang sangat berguna namun bisa cukup berbahaya jika tidak Anda tidak mengaplikasikannya dengan benar.&nbsp; Jika sudah&nbsp;mengenal PHP 7.4 dan membaca panduan kami tentang langkah-langkah pembuatan website, Anda pasti tahu bahwa fungsi header() bisa digunakan untuk mengalihkan pengguna ke halaman lain dengan mudah. Meski begitu, fungsi ini ternyata tidak semudah kelihatannya. Dalam [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/cara-membuat-redirect-php\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":11847,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara Membuat Redirect PHP: Panduan Lengkap dan Mudah","rank_math_description":"Redirect PHP adalah tool yang sangat berguna namun cukup berisiko. Cari tahu cara membuat redirect PHP dengan aman dalam artikel ini.","rank_math_focus_keyword":"redirect php, cara membuat redirect php\t, cara redirect php","footnotes":""},"categories":[7300],"tags":[6302,9365,6577],"class_list":["post-11221","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-php","tag-php","tag-redirect-php","tag-website"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/php-redirect","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/redirecionamento-php","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/redirection-php","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/redireccionar-php","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/cara-membuat-redirect-php","default":0},{"locale":"nl-NL","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/nl\/tutorials\/php-redirect","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/php-redirect","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/php-redirect","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/php-redirect","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/redireccionar-php","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/redireccionar-php","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/redireccionar-php","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/redirecionamento-php","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/php-redirect","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/php-redirect","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/php-redirect","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/php-redirect","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11221"}],"version-history":[{"count":25,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11221\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29898,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11221\/revisions\/29898"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media\/11847"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}