{"id":11058,"date":"2020-10-20T07:51:22","date_gmt":"2020-10-20T07:51:22","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=11058"},"modified":"2025-02-06T09:38:35","modified_gmt":"2025-02-06T02:38:35","slug":"touch-command-linux","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/touch-command-linux","title":{"rendered":"Cara menggunakan touch command Linux dengan contoh"},"content":{"rendered":"<p>Touch command, atau perintah touch di Linux, biasanya digunakan untuk membuat file kosong, serta mengubah timestamp file atau folder. Informasi timestamp file terdiri dari 3 atribut, yaitu waktu akses, waktu modifikasi, dan waktu perubahan.<\/p><p>Tutorial ini akan menjelaskan perintah touch di Linux, opsi yang tersedia, dan penggunaannya beserta contoh yang bisa Anda gunakan.<\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/tutorials\/pdf\/Linux-Commands-Cheatsheet-ID.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"283\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-27615\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2022\/12\/Linux-cheat-sheet-ID.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-apa-itu-timestamp-di-linux\"><span style=\"font-size: 24pt\"><strong>Apa itu Timestamp di Linux<\/strong><\/span><\/h2><p>Di Linux, setiap file dan folder memiliki timestamp terkait yang berisi informasi tentang kapan konten file atau atributnya dimodifikasi. Timestamp memiliki tiga jenis:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Waktu akses (atime) &ndash; kali terakhir file dibaca<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu modifikasi (mtime) &ndash; kali terakhir konten file dimodifikasi. Seperti waktu akses, waktu modifikasi juga merupakan bagian dari metadata status file<\/li>\n\n\n\n<li>Waktu diubah (ctime) &ndash; kali terakhir metadata file diubah (misalnya, izin)<\/li>\n<\/ul><p>Karena atime dan mtime adalah bagian dari metadata status file, mengubah atime atau mtime file akan menghasilkan ctime yang diatur otomatis ke waktu saat ini. Anda tidak bisa mengatur dan mengubah ctime secara manual. Biasanya, command ini digunakan untuk memanipulasi waktu akses dan waktu modifikasi file dengan berbagai opsi seperti yang dijelaskan di bawah ini. Ingat, Anda harus mengakses <a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/apa-itu-vps\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>VPS<\/strong><\/a> menggunakan <a href=\"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/cara-menggunakan-putty-untuk-ssh-ke-vps\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>SSH<\/strong><\/a> sebelum menerapkan command ini.<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-syntax-touch-command-linux\"><span style=\"font-size: 24pt\"><strong>Syntax Touch Command Linux<\/strong><\/span><\/h2><p>Syntax command ini adalah sebagai berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch [options] [file_name]<\/pre><p>Bagian berikut ini mencantumkan penggunaannya beserta setiap opsi yang tersedia.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-membuat-satu-file-dengan-touch-command\"><span style=\"font-size: 18pt\"><strong>Membuat Satu File dengan Touch Command<\/strong><\/span><\/h3><p>Tanpa opsi apa pun, command ini akan membuat file baru. Jika file sudah ada, command ini akan memperbarui waktu akses dan waktu modifikasi ke waktu saat ini tanpa mengubah kontennya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch file_name.txt<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-membuat-beberapa-file-dengan-touch-command\"><span style=\"font-size: 18pt\"><strong>Membuat Beberapa File dengan Touch Command<\/strong><\/span><\/h3><p>Anda juga bisa membuat beberapa file menggunakan satu command. Untuk melakukannya, tentukan nama-nama file, dan pisahkan dengan spasi. Tampilannya di command line akan terlihat seperti ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch file_name1.txt file_name2.txt file_name3.txt<\/pre><p>Saat membuat beberapa file, Anda bisa membuat namanya secara otomatis menggunakan tanda kurung kurawal seperti ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch file_name{1..3}.txt<\/pre><p>Command di atas akan membuat tiga file bernama <strong>file_name1.txt, file_name2.txt, <\/strong>dan<strong> file_name3.txt<\/strong>.<\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengubah-waktu-akses-dengan-touch-command\"><strong><span style=\"font-size: 18pt\">Mengubah Waktu Akses dengan Touch Command<\/span><\/strong><\/h3><p>Untuk mengubah waktu akses file ke waktu saat ini, gunakan opsi <strong>a <\/strong>diikuti nama file dengan command seperti pada contoh ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch -a file_name.txt<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengubah-waktu-modifikasi-dengan-touch-command\"><strong><span style=\"font-size: 18pt\">Mengubah Waktu Modifikasi dengan Touch Command<\/span><\/strong><\/h3><p>Opsi <strong>m&nbsp;<\/strong>beserta command ini akan mengubah waktu modifikasi file ke waktu saat ini:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch -m file_name1.txt<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengubah-waktu-akses-dan-waktu-modifikasi-dengan-touch-command\"><span style=\"font-size: 18pt\"><strong>Mengubah Waktu Akses dan Waktu Modifikasi dengan Touch Command<\/strong><\/span><\/h3><p>Untuk mengubah waktu akses dan waktu modifikasi dengan satu command, gunakan opsi <strong>a<\/strong> dan <strong>m<\/strong> bersama-sama:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch -am file_name1.txt<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengubah-waktu-akses-tanpa-membuat-file-baru\"><span style=\"font-size: 18pt\"><strong>Mengubah Waktu Akses tanpa Membuat File Baru<\/strong><\/span><\/h3><p>Ada kalanya Anda ingin mengubah waktu akses dan waktu modifikasi file ke waktu saat ini tanpa harus membuat file baru. Untuk melakukannya, gunakan opsi <strong>c&nbsp;<\/strong>diikuti nama file dengan command ini.<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch -c file_name.txt<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengatur-waktu-akses-dan-waktu-modifikasi-spesifik-dengan-touch-command\"><span style=\"font-size: 18pt\"><strong>Mengatur Waktu Akses dan Waktu Modifikasi Spesifik dengan Touch Command<\/strong><\/span><\/h3><p>Anda juga bisa mengatur waktu akses dan waktu modifikasi file ke tanggal tertentu menggunakan opsi <strong>t&nbsp;<\/strong>diikuti tanggal dan waktu seperti berikut:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch -t 201903081047.30 file_name.txt<\/pre><p>Tanggal dan waktu harus dalam format <strong>CCYYMMDDhhmm.ss<\/strong>, dengan penjelasan:<\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>CC &ndash; Dua digit pertama tahun<\/li>\n\n\n\n<li>YY &ndash; Dua digit kedua tahun<\/li>\n\n\n\n<li>MM &ndash; Bulan dalam tahun [01-12]<\/li>\n\n\n\n<li>DD &ndash; Tanggal dalam bulan [01-31]<\/li>\n\n\n\n<li>hh &ndash; Jam [00-23]<\/li>\n\n\n\n<li>mm &ndash; Menit dalam jam [00-59]<\/li>\n\n\n\n<li>SS &ndash; Detik dalam jam [00-59]<\/li>\n<\/ul><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengubah-timestamp-file-yang-tertaut-secara-simbolis\"><strong><span style=\"font-size: 18pt\">Mengubah Timestamp File yang Tertaut secara Simbolis<\/span><\/strong><\/h3><p>Saat menggunakan nama file yang tertaut secara simbolis di touch command Linux, informasi timestamp file asli (file yang menjadi tujuan penautan) akan dimodifikasi. Untuk mengubah waktu akses dan waktu modifikasi ke waktu saat ini bagi file seperti ini, gunakan opsi <strong>h<\/strong>:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch -h symbolic_link_file<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengatur-timestamp-menggunakan-file-lain-sebagai-referensi\"><span style=\"font-size: 18pt\">Mengatur Timestamp Menggunakan File Lain sebagai Referensi<\/span><\/h3><p>Touch command Linux juga bisa mengatur waktu akses dan waktu modifikasi file dengan membaca informasi timestamp dari file lain. Sebagai contoh, command berikut dengan opsi <strong>r&nbsp;<\/strong>akan memindai informasi timestamp dari <strong>reference.txt&nbsp;<\/strong>dan mengatur nilainya ke <strong>file_name.txt<\/strong>. Berikut contohnya:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch -r reference.txt file_name.txt<\/pre><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-menentukan-tanggal-dan-waktu-sebagai-string-dengan-touch-command\"><span style=\"font-size: 18pt\">Menentukan Tanggal dan Waktu sebagai String dengan Touch Command<\/span><\/h3><p>Anda juga bisa menentukan tanggal dan waktu sebagai string menggunakan opsi <strong>d<\/strong>. Contoh touch command Linux berikut mengatur tanggal ke 8 Maret, dan waktunya diatur otomatis ke 00:00<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch -d '8 Mar' file_name.txt<\/pre><p>Jika tidak ingin mengatur tanggal sebagai string, Anda bisa menentukan waktu sebagai string. Tanggal akan diatur ke tanggal hari ini secara otomatis:<\/p><pre class=\"wp-block-preformatted\">touch -d '20:10' file_name.txt<\/pre><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/hosting-vps\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29630\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-VPS-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\"><span style=\"font-size: 24pt\">Kesimpulan<\/span><\/h2><p>Tutorial ini membahas penggunaan touch command Linux dengan beberapa opsi yang paling sering digunakan. Jika mengalami kesulitan terkait touch command Linux, kunjungi halaman panduannya di terminal.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Touch command, atau perintah touch di Linux, biasanya digunakan untuk membuat file kosong, serta mengubah timestamp file atau folder. Informasi timestamp file terdiri dari 3 atribut, yaitu waktu akses, waktu modifikasi, dan waktu perubahan. Tutorial ini akan menjelaskan perintah touch di Linux, opsi yang tersedia, dan penggunaannya beserta contoh yang bisa Anda gunakan. Apa itu [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/touch-command-linux\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Cara Menggunakan Touch Command Linux + Contoh","rank_math_description":"Cari tahu cara menggunakan touch command atau perintah touch di Linux, lengkap dengan contoh penggunaan dan opsi yang tersedia.","rank_math_focus_keyword":"cara menggunakan touch command, touch command linux, perintah touch di linux, command touch linux","footnotes":""},"categories":[5096],"tags":[8153,5285],"class_list":["post-11058","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-vps","tag-command","tag-linux"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/linux-touch-command","default":0},{"locale":"fr-FR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/fr\/tutoriels\/commande-touch-de-linux","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/usar-comando-touch-linux-ejemplos","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/touch-command-linux","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/linux-touch-command","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/linux-touch-command","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/linux-touch-command","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/usar-comando-touch-linux-ejemplos","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/usar-comando-touch-linux-ejemplos","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/usar-comando-touch-linux-ejemplos","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/linux-touch-command","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/linux-touch-command","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/linux-touch-command","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/linux-touch-command","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11058","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=11058"}],"version-history":[{"count":26,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11058\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29399,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/11058\/revisions\/29399"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=11058"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=11058"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=11058"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}