{"id":10488,"date":"2020-09-08T17:53:12","date_gmt":"2020-09-08T17:53:12","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.hostinger.io\/co-id-tutorial\/?p=10488"},"modified":"2023-03-01T16:05:57","modified_gmt":"2023-03-01T09:05:57","slug":"apa-itu-cli","status":"publish","type":"post","link":"\/id\/tutorial\/apa-itu-cli","title":{"rendered":"Apa itu CLI? Pengertian CLI dan fungsinya"},"content":{"rendered":"<p>Anda mungkin pernah menjumpai istilah CLI saat membaca artikel seputar IT lalu bertanya-tanya, apa itu CLI? <span style=\"font-weight: 400\">Singkatnya,&nbsp;<strong>CLI<\/strong>&nbsp;adalah akronim dari <strong>C<\/strong>ommand <strong>L<\/strong>ine <strong>I<\/strong>nterface. Dengan program ini, user bisa mengetikkan perintah dalam bentuk teks dan memberikan instruksi pada komputer untuk mengerjakan tugas tertentu.<\/span><\/p><p>Meskipun memiliki banyak fungsi, tidak semua orang familier dengan CLI. Bahkan, beberapa user pemula takut menggunakannya karena terlihat terlalu <em>advanced<\/em>. Mereka merasa program ini lebih cocok bagi user profesional dan yang sudah berpengalaman. Padahal, sebenarnya tidak demikian.<\/p><p>Nah, selain membahas apa itu CLI, dalam artikel ini kami juga akan membahas sejarah command line interface beserta kegunaannya.<\/p><p class=\"has-text-align-center\"><a href=\"https:\/\/assets.hostinger.com\/content\/ID-Web-Development-Glossary-for-Beginners.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Download Istilah-Istilah Web Development untuk Pemula<\/a><\/p><p>\n\n\n\n\n\n\n<\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-sejarah-cli\"><b>Sejarah CLI<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah mengetahui apa itu CLI, selanjutnya kami akan membahas sejarah CLI. Jadi, CLI pertama kali digunakan secara luas sekitar tahun 1960-an.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Pada saat itu, perangkat input yang digunakan hanyalah keyboard, dan layar komputer baru bisa menampilkan informasi berupa teks. Sistem operasi seperti <a href=\"https:\/\/www.computerhope.com\/jargon\/m\/msdos.htm\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>MS-DOS<\/strong><\/a> menggunakan CLI sebagai interface standar untuk user.<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"340\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/windows-command-line-interface-768x340-1.png\/public\" alt=\"Jendela command line interface\" class=\"wp-image-10477\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/windows-command-line-interface-768x340-1.png\/w=768,fit=scale-down 768w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/windows-command-line-interface-768x340-1.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/windows-command-line-interface-768x340-1.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/figure><\/div><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk melakukan sejumlah task atau tugas, user harus mengetikkan perintah (command) di CLI, yang pada saat itu merupakan satu-satunya cara untuk &lsquo;berkomunikasi&rsquo; dengan komputer.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah perintah diketik, hasil yang ditampilkan akan berupa informasi berbasis teks atau tindakan tertentu yang dijalankan komputer. Jadi, kuncinya adalah jangan sampai mengetikkan perintah yang salah.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Apabila salah mengetik perintah, bisa saja Anda justru menghapus file yang tidak seharusnya dihapus, atau menutup program yang sedang berjalan. Di sinilah kekurangan CLI.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah bertahun-tahun hanya menggunakan keyboard dengan risiko kesalahan ketik perintah yang cukup tinggi, <a href=\"http:\/\/www.computinghistory.org.uk\/det\/613\/the-history-of-the-computer-mouse\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>akhirnya mouse diciptakan<\/strong><\/a>. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Metode <\/span><i><span style=\"font-weight: 400\">point-and-click <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400\">pun ditemukan<\/span><span style=\"font-weight: 400\">, yang menjadi cara baru untuk berkomunikasi dengan komputer.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Metode ini dirasa lebih aman bagi user pemula karena mereka tidak harus menggunakan CLI. Meski demikian, tetap saja command line interface punya banyak kelebihan.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Selain itu, sistem operasi mulai mengembangkan cara komputasi yang lebih menarik, yaitu GUI (Graphical User Interaction). GUI sendiri kini banyak digunakan karena memiliki tombol dan menu untuk menunjukkan perintah tertentu, serta sangat intuitif. Akhirnya, <\/span><span style=\"font-weight: 400\">metode ini lebih banyak digunakan di era modern ini. <\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Meski begitu, masih banyak sistem operasi yang menyertakan CLI walaupun sudah ada GUI. Contohnya, pengguna Mac bisa mengetikkan &ldquo;cal&rdquo; di Terminal atau mengeklik aplikasi Calendar untuk memperoleh hasil yang sama.<\/span><\/p><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"762\" height=\"549\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/displaying-calendar-in-terminal.png\/public\" alt=\"Apa itu CLI - menampilkan kalender di terminal\" class=\"wp-image-10478\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/displaying-calendar-in-terminal.png\/w=762,fit=scale-down 762w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/displaying-calendar-in-terminal.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/displaying-calendar-in-terminal.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 762px) 100vw, 762px\" \/><\/figure><\/div><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-shell-fondasi-di-balik-cli\"><b>Shell, Fondasi di Balik CLI<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah mengetahui apa itu CLI, jika kita mempelajari lebih dalam tentang sistem operasi, kita akan menjumpai sesuatu yang disebut <em>shell<\/em>.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Shell adalah user interface yang bertugas untuk memproses semua perintah yang diketik di CLI. Shell membaca dan mengartikan perintah, lalu menginstruksikan sistem operasi untuk menjalankan task sesuai permintaan.&nbsp;<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Dengan kata lain, shell merupakan user interface yang mengelola CLI dan berperan sebagai perantara yang menghubungkan user dan sistem operasi.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam praktiknya, shell memiliki beberapa fungsi, di antaranya:<\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menangani file dan direktori<\/li>\n\n\n\n<li>Membuka dan menutup program<\/li>\n\n\n\n<li>Mengelola proses komputer<\/li>\n\n\n\n<li>Menjalankan task berulang<\/li>\n<\/ul><p><span style=\"font-weight: 400\">Dari sekian banyak tipe shell, Windows shell (untuk Windows) dan bash (untuk Linux dan MacOS) adalah dua shell yang paling populer.<\/span><\/p><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-windows-shell\"><b>Windows Shell<\/b><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Shell default di Windows adalah <\/span><b>CMD<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dengan ekstensi <strong>exe <\/strong>atau <\/span><b>Command Prompt<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Bahkan, <a href=\"https:\/\/www.microsoft.com\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Microsoft<\/strong><\/a> sudah menggunakan Command Prompt sejak awal (saat itu MS-DOS masih menjadi sistem operasi utama).<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Cara membuka Command Prompt adalah dengan mengeklik <\/span><b>Start -&gt; All Programs -&gt; Accessories -&gt; Command Prompt<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Atau, Anda bisa menekan tombol <\/span><b>Windows+R<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, lalu mengetikkan <\/span><b>CMD<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> dan menekan <\/span><b>Enter<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Anda bisa mengetikkan satu perintah atau perintah gabungan sesuai kebutuhan. Anda juga bisa mengetikkan rangkaian perintah yang dijalankan secara berurutan (satu perintah dijalankan setelah perintah terakhir selesai).<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Command Prompt juga cukup serbaguna karena bisa mengelola banyak hal di sistem operasi <a href=\"https:\/\/www.microsoft.com\/windows\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Windows<\/strong><\/a>:<\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Mengubah direktori, mencantumkan direktori, konten, dll.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengelola jaringan, seperti menampilkan pengaturan jaringan IP.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengelola file, seperti mengganti namanya, memindahkannya, dll.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengelola media, seperti memformat dan mengganti nama volume.<\/li>\n<\/ul><h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-sintaksis-di-command-prompt-windows\">Contoh Sintaksis di Command Prompt Windows<\/h4><p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut contoh penggunaan beberapa sintaksis di Command Prompt:<\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><b>Mengubah direktori<br><\/b>Untuk cara masuk ke folder di CMD, gunakan <b>CD [path]<\/b>. Beri spasi di depan path yang dituju. Contoh:  <pre>CD C:\\Program Files<\/pre> <\/li>\n\n\n\n<li><b>Mengganti nama file<br><\/b>Untuk mengganti nama file dalam folder tertentu, gunakan <strong>REN [drive:][path] [nama sekarang] [target]<\/strong>. Dengan menyebutkan nama folder, file yang diubah namanya akan disimpan di folder tersebut. Contoh:  <pre>REN d:untitled.txt untitled1.txt<\/pre> <\/li>\n\n\n\n<li><b>Menghapus file<br><\/b>Untuk menghapus file melalui command prompt, gunakan <b>DEL [nama file]<\/b>. Jika ingin menambahkan opsi seperti <b>force deletion <\/b>(hapus paksa), letakkan perintah di depan nama file. Contoh: <pre>DEL \/F untitled.txt<\/pre> <\/li>\n\n\n\n<li><b>Mengganti nama Volume Disk<br><\/b>Untuk mengganti nama volume disk tertentu, gunakan <b>LABEL [drive:][nama volume baru]<\/b>. Anda bisa menggunakan hingga 32 karakter pada volume NTFS dan 11 karakter pada volume FAT. Contoh:  <pre>D:\\ &gt; LABEL d:MyData<\/pre> <\/li>\n<\/ul><h3 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-bash\"><b>Bash<\/b><\/h3><p><span style=\"font-weight: 400\">Bash atau <b>Bourne Again Shell <\/b>adalah tipe shell yang digunakan di <a href=\"https:\/\/www.apple.com\/lae\/macos\/mojave\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>MacOS<\/strong><\/a> serta berbagai distribusi <a href=\"https:\/\/www.linux.org\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Linux<\/strong><\/a>, dan <\/span><span style=\"font-weight: 400\">dikembangkan oleh <\/span><b>Free Software Foundation<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Tool ini juga bisa diinstall di Windows 10.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Bash merupakan salah satu tipe shell yang bisa digunakan oleh user Linux, selain <\/span><b>Tchs shell, Ksh shell, <\/b><span style=\"font-weight: 400\">dan <\/span><b>Zsh shell<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Di sebagian besar distribusi Linux, Bash ada dalam menu <\/span><b>Utilities<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Di desktop <\/span><b>Gnome, <\/b><span style=\"font-weight: 400\">namanya adalah <\/span><b>Terminal<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, sedangkan untuk <\/span><b>KDE<\/b><span style=\"font-weight: 400\">, namanya adalah <\/span><b>Konsole<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu, di MacOS, program ini disebut <\/span><b>Terminal.app<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Untuk menjalankannya, buka <\/span><b>Application -&gt; Utilities -&gt; Terminal<\/b><span style=\"font-weight: 400\">. Atau, cukup ketikkan <\/span><b>terminal<\/b><span style=\"font-weight: 400\"> di pencarian Spotlight.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah terminal terbuka, Anda bisa langsung mengetikkan perintah. Perintah biasanya terdiri dari <\/span><b>perintah itu sendiri, argumen, dan opsi<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Perintah memuat instruksi yang akan dijalankan, argumen memberitahukan tempat perintah harus dijalankan, dan opsi meminta modifikasi hasil perintah.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk menggunakan shell, Anda harus tahu sintaksisnya lebih dulu. Cara ini juga dikenal sebagai <em>shell scripting,&nbsp;<\/em>yaitu penggunaan script di CLI untuk menjalankan task tertentu.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Meskipun ada banyak perintah yang bisa digunakan dengan CLI, semua perintah tersebut umumnya terbagi ke dalam <\/span><b>dua kategori<\/b><span style=\"font-weight: 400\">:<\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Perintah untuk <strong>menangani atau mengelola proses<\/strong><\/li>\n\n\n\n<li>Perintah untuk <strong>menangani atau mengelola file<\/strong><\/li>\n<\/ul><h4 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-contoh-sintaksis-perintah-di-macos\">Contoh Sintaksis Perintah di MacOS<\/h4><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk memahami sintaksis perintah di MacOS, pelajari beberapa contoh berikut:<\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><b>Mencantumkan semua file dalam sebuah folder<br><\/b>Untuk melihat file apa saja yang ada dalam folder tertentu, gunakan <strong>ls<\/strong>. Perintah defaultnya akan mengecualikan file tersembunyi. Untuk menampilkan semua file, tambahkan <b>-a<\/b>. Contoh:  <pre>ls -a<\/pre><\/li>\n<\/ul><div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" width=\"682\" height=\"478\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/listing-all-files-in-a-folder-using-cli.png\/public\" alt=\"Membuat daftar semua file di folder dengan CLI\" class=\"wp-image-10506\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/listing-all-files-in-a-folder-using-cli.png\/w=682,fit=scale-down 682w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/listing-all-files-in-a-folder-using-cli.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/listing-all-files-in-a-folder-using-cli.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 682px) 100vw, 682px\" \/><\/figure><\/div><ul class=\"wp-block-list\">\n<li><b>Mengubah direktori<br><\/b>Untuk cara masuk ke folder lewat cmd MacOS, gunakan <b>cd destination<\/b>. Contoh:  <pre>cd ~\/Desktop<\/pre><figure><img decoding=\"async\" width=\"682\" height=\"478\" class=\"mac-ss aligncenter wp-image-10507 size-full\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/change-directory-in-terminal.png\" alt=\"Mengubah direktori di terminal\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/change-directory-in-terminal.png\/w=682,fit=scale-down 682w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/change-directory-in-terminal.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/change-directory-in-terminal.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 682px) 100vw, 682px\" \/><\/figure><\/li>\n\n\n\n<li><b>Mengganti nama file<br><\/b>Untuk mengganti nama file dalam folder tertentu, gunakan <b>mv source destination<\/b>. Sertakan nama file dan ekstensinya, dan pastikan keduanya sudah benar. Contoh: <pre>mv ~\/Desktop\/untitled.rtf ~\/Desktop\/untitled1.rtf<\/pre><figure><img decoding=\"async\" width=\"682\" height=\"478\" class=\"mac-ss aligncenter wp-image-10508 size-full\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/renaming-a-file-using-macos-terminal.png\" alt=\"Mengganti nama file dengan terminal macos\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/renaming-a-file-using-macos-terminal.png\/w=682,fit=scale-down 682w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/renaming-a-file-using-macos-terminal.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/renaming-a-file-using-macos-terminal.png\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 682px) 100vw, 682px\" \/><\/figure><\/li>\n\n\n\n<li><b>Menghapus file<br><\/b>Untuk menghapus file dalam folder tertentu, gunakan <b>rm<\/b>. Agar tidak salah menghapus file, pastikan lebih dulu Anda membuka folder yang tepat. Contoh: <pre>rm untitled.rtf<\/pre><figure><img decoding=\"async\" width=\"682\" height=\"478\" class=\"mac-ss aligncenter wp-image-10509 size-full\" src=\"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/menghapus-file-di-terminal-macos.jpg\" alt=\"Menghapus file di terminal macos\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/menghapus-file-di-terminal-macos.jpg\/w=682,fit=scale-down 682w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/menghapus-file-di-terminal-macos.jpg\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2020\/09\/menghapus-file-di-terminal-macos.jpg\/w=150,fit=scale-down 150w\" sizes=\"(max-width: 682px) 100vw, 682px\" \/><\/figure> <\/li>\n<\/ul><p><span style=\"font-weight: 400\">Selalu pastikan bahwa Anda tidak salah mengetik perintah. Perhatikan setiap karakter yang digunakan, termasuk spasi. Pastikan juga Anda menggunakan huruf besar\/kecil<\/span><span style=\"font-weight: 400\">&nbsp;yang benar.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Jika karena alasan tertentu Anda ingin menghentikan proses yang sedang berjalan di Command Prompt atau Bash, tekan tombol <\/span><b>Control+C<\/b><span style=\"font-weight: 400\">.<\/span><\/p><figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"\/id\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"300\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/public\" alt=\"\" class=\"wp-image-29634\" srcset=\"https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=1024,fit=scale-down 1024w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=300,fit=scale-down 300w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=150,fit=scale-down 150w, https:\/\/imagedelivery.net\/LqiWLm-3MGbYHtFuUbcBtA\/wp-content\/uploads\/sites\/37\/2023\/02\/ID-Web-hosting_in-text-banner.png\/w=768,fit=scale-down 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-mengapa-menggunakan-cli-dan-bukan-gui\"><b>Mengapa Menggunakan CLI dan Bukan GUI?<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Seperti yang sudah dijelaskan, GUI dikembangkan setelah mouse ditemukan dan menjadi perangkat input baru untuk mengoperasikan komputer.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">GUI memiliki <a href=\"https:\/\/www.linkedin.com\/pulse\/5-reasons-why-images-speak-louder-than-words-gabe-arnold\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>tampilan yang menarik<\/strong><\/a> serta mudah dipahami. Sayangnya, untuk menjalankan beberapa task penting, CLI masih lebih baik.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Berikut beberapa alasan CLI dinilai lebih efektif dibanding GUI. Namun, sekali lagi, gunakan mana pun yang dirasa lebih sesuai dengan pekerjaan Anda.<\/span><\/p><ol class=\"wp-block-list\">\n<li><b>Menggunakan Lebih Sedikit Resource<br><\/b>Sudah jadi rahasia umum bahwa program berbasis teks hanya menggunakan sedikit resource di komputer. Jadi, dengan command line interface, Anda bisa menjalankan banyak task serupa dengan resource minimum.<\/li>\n\n\n\n<li><b>Tepat dan Akurat<br><\/b>Anda bisa menggunakan perintah tertentu untuk menuju file atau folder yang lebih spesifik. Tidak akan ada kendala asalkan perintah yang diketik benar. Jika sudah memahami dasar-dasarnya, Anda pasti bisa menulis sintaksis dengan lebih mudah.<\/li>\n\n\n\n<li><b>Mudah untuk Menjalankan Task Berulang<br><\/b>GUI memang telah dikembangkan selama bertahun-tahun. Namun, sistem operasi mungkin tidak menyediakan semua menu dan tombol yang diperlukan untuk menjalankan task demi alasan keamanan. Akibatnya, sulit jika Anda harus menjalankan tugas yang berulang. Nah, CLI bisa mengatasinya. Misalnya, untuk mengelola ratusan file dalam sebuah folder, Anda hanya perlu menjalankan satu perintah yang kemudian bisa diotomatiskan untuk melakukan task yang sama.<\/li>\n\n\n\n<li><b>Canggih<br><\/b>Sebagian besar OS modern tidak mengizinkan user &lsquo;mengutak-atik&rsquo; proses inti sistem. Windows memiliki sistem keamanan, dan MacOS memiliki SIP (System Integrity Protection) yang membatasi Anda melakukan task yang dilindungi sistem. Dengan CLI, Anda bisa mengelola sistem sepenuhnya tanpa dibatasi larangan tersebut.<\/li>\n<\/ol><p><span style=\"font-weight: 400\">Untuk memberikan gambaran, ada metode yang disebut PSD to HTML dalam pengembangan website. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Metode ini dimulai dengan membuat mockup (media visual) di <a href=\"https:\/\/www.adobe.com\/products\/photoshop.html\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Photoshop<\/strong><\/a>. File PSD (Photoshop Document) yang dihasilkan kemudian diubah menjadi HTML.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Ada kode yang harus ditulis untuk mengubah PSD menjadi HTML. <a href=\"\/id\/tutorial\/cara-menjadi-web-developer\/\"><strong>Developer<\/strong><\/a> harus memastikan bahwa kode yang ditulis tidak bermasalah agar sesuai dengan <a href=\"https:\/\/www.w3.org\/standards\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">standar <strong>W3C<\/strong><\/a>. <\/span><span style=\"font-weight: 400\">Standar ini memastikan bahwa website kompatibel di semua browser. Jadi, sebaiknya ketahui penggunaan kode lebih dulu agar bisa memahami proses inti.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Begitu pula untuk CLI yang ada di sistem operasi. Meskipun GUI tampak lebih menarik, command line interface akan lebih ringan, canggih, dan simpel.<\/span><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\" id=\"h-kesimpulan\"><b>Kesimpulan<\/b><\/h2><p><span style=\"font-weight: 400\">Selesai! Kini Anda sudah tahu apa itu CLI beserta sejarah dan fungsinya. Meskipun sebagian orang mengatakan bahwa CLI adalah tool yang rumit dan lebih cocok untuk user tingkat lanjut,&nbsp; sebenarnya pengguna pemula pun bisa memanfaatkannya.<\/span><\/p><p><span style=\"font-weight: 400\">Bahkan, hingga saat ini, sebagian besar sistem operasi masih menyertakan command line interface meskipun sudah ada GUI. Alasannya, CLI memiliki fungsi yang sangat penting. Selain itu, CLI juga punya banyak kelebihan dibanding GUI karena:<\/span><\/p><ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Tidak butuh banyak resource<\/li>\n\n\n\n<li>Tepat dan akurat<\/li>\n\n\n\n<li>Mampu menangani task berulang<\/li>\n\n\n\n<li>Canggih<\/li>\n<\/ul><p><span style=\"font-weight: 400\">Setelah membaca semua pembahasan di sini, mulai dari pengertian CLI, penerapan, hingga kegunaannya, kami harap Anda bisa memanfaatkan CLI secara lebih maksimal. Jika punya pertanyaan atau ingin memberikan kritik dan saran, silakan tinggalkan komentar pada kolom di bawah ini.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anda mungkin pernah menjumpai istilah CLI saat membaca artikel seputar IT lalu bertanya-tanya, apa itu CLI? Singkatnya,&nbsp;CLI&nbsp;adalah akronim dari Command Line Interface. Dengan program ini, user bisa mengetikkan perintah dalam bentuk teks dan memberikan instruksi pada komputer untuk mengerjakan tugas tertentu. Meskipun memiliki banyak fungsi, tidak semua orang familier dengan CLI. Bahkan, beberapa user pemula [&#8230;]<\/p>\n<p><a class=\"btn btn-secondary understrap-read-more-link\" href=\"\/id\/tutorial\/apa-itu-cli\">Read More&#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"rank_math_title":"Apa Itu CLI? Pengertian CLI dan Fungsinya","rank_math_description":"CLI adalah singkatan dari command line interface. Di artikel ini, Anda akan mempelajari apa itu CLI beserta penerapan dan kegunaannya.","rank_math_focus_keyword":"apa itu cli, cli adalah, cli, command line interface, pengertian cli","footnotes":""},"categories":[7890],"tags":[6507,9268,9267,9266],"class_list":["post-10488","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-glosarium","tag-cli","tag-cli-adalah","tag-command-line-interface","tag-pengertian-cli"],"hreflangs":[{"locale":"en-US","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/tutorials\/what-is-cli","default":0},{"locale":"pt-BR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/br\/tutoriais\/o-que-e-cli","default":0},{"locale":"es-ES","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/es\/tutoriales\/que-es-cli","default":0},{"locale":"id-ID","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/apa-itu-cli","default":0},{"locale":"en-UK","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/uk\/tutorials\/what-is-cli","default":0},{"locale":"en-MY","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/my\/tutorials\/what-is-cli","default":0},{"locale":"en-PH","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ph\/tutorials\/what-is-cli","default":0},{"locale":"es-MX","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/mx\/tutoriales\/que-es-cli","default":0},{"locale":"es-CO","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/co\/tutoriales\/que-es-cli","default":0},{"locale":"es-AR","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ar\/tutoriales\/que-es-cli","default":0},{"locale":"pt-PT","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/pt\/tutoriais\/o-que-e-cli","default":0},{"locale":"en-IN","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/in\/tutorials\/what-is-cli","default":0},{"locale":"en-CA","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ca\/tutorials\/what-is-cli","default":0},{"locale":"en-AU","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/au\/tutorials\/what-is-cli","default":0},{"locale":"en-NG","link":"https:\/\/www.hostinger.com\/ng\/tutorials\/what-is-cli","default":0}],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10488"}],"version-history":[{"count":27,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10488\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":29721,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10488\/revisions\/29721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.hostinger.com\/id\/tutorial\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}